Athletic Bilbao

Athletic Bilbao merupakan klub sepak bola profesional yang berbasis di Bilbao, Basque Country, Spanyol. Athletic Bilbao bermain di La Liga, kasta tertinggi kompetisi sepak bola Spanyol. klub ini berjuluk Los Leones atau dalam bahasa Inggris berarti The Lions. Julukan itu disematkan pada Bilbao karena kandang mereka dibangun berdekatan dengan sebuah gereja bernama San Mames di mana dalam legenda Bilbao, San Memes adalah sebuah lemparan kepada singa yang dilakukan oleh Romans. Mames tersebut kemudian menenangkan si singa dan dikemudian hari dijadikan orang suci.

Athletic Bilbao adalah salah satu anggota dari Primera Division yang belum pernah terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi tersbut bersama Real Madrid dan Barcelona. Sejarah mencatat, Bilbao pernah merengkuh gelar La Liga sebanyak delapan kali. Di turnamen Copa del Rey, Athletic sudah memenangi kejuaraan tersebut sebanyak 24 kali. Athletic Bilbao memiliki tim wanita yang menjadi salah satu tersukses di Spanyol dengan koleksi lima gelar Primera Division Feminina-nya.

Athletic Bilbao memainkan laga kandangnya di Stadion San Mames. Stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 53.332 penonton. Stadion San Mames telah mengalai renovasi beberapa kali dan yang baru serta signifikan adalah terjadi beberapa tahun lalu yang rampung dan dibuka kembali di tahun 2013. Renovasi tersebut meliputi penambahan kapasitas yang berkali lipat dan beberapa bagian lainnya, baik interior maupun eksterior stadion yang membuat San Mames menjadi lebih modern dan lebih baik tentunya.

Athletic Bilbao merupakan klub yang terkenal dengan pemain lokalnya. Bahkan, musim 2016/2017, Bilbao hanya dihuna satu pemain asing, yakni Aymeric Laporteyang berasal dari Francis. Selain itu, semua berkebangsaan Spanyol. Athletic Bilbao tak bisa dilepaskan dengan pemain muda. Secara konsisten Bilbao selalu membawa pemain-pemain akademi ke level yang lebih tinggi. Terutama konsistensi klub dengan membawa pemain muda lokal asal Basque ke level tertinggi adalah itikad baik dalam pengembangan sepak bola Bilbao. Maka, tidak salah jika pemain-pemain Bilbao memiliki loyalitas tinggi kepada klub.

Skuad Athletic Bilbao

No Pos Pemain No Pos Pemain
2 DF Eneko Boveda 16 DF Xabier Etxeita
3 DF Gorka Elustondo 17 MF Mikel Rico
4 DF Aymeric Laporte 18 DF Oscar de Marcos
5 MF Javier Eraso 19 FW Sabin
6 MF Mikel San Jose 20 FW Aritz Aduriz
7 MF Benat Etxebarria 22 MF Raul Garcia
8 MF Ander Iturraspe 24 DF Mikel Balenziaga
10 MF Iker Muniain 25 DF Enric Saborit
11 FW Inaki Williams 26 GK Kepa Arrizabalaga
14 MF Markel Susaeta 27 DF Yeray Alvarez
15 DF Inigo Lekue 28 FW Asier Villalibre
29 GK Alex Remiro

Sejarah Athletic Bilbao

Athletic Bilbao memiliki sejarah panjang sepak bola. Mulanya, olah raga sepak bola dibawa ke Bilbao oleh dua klub berbeda yang mempunyai hubungan dengan Inggris, Negeri asal sepak bola. Dua grup tersebut adalah British Steel dan Shipyard Woerkers. Satu lagi yang mempunyai peran adalah para pelajar Baque yang baru kembali dari Inggris. Wilayah Bilbao sendiri, di akhir abad 19-an, merupakan daerah utama pelabuhan industri. Area ini menjadi salah satu pusat perekonomian Spanyol di mana memungkinkan banyak orang atau migran yang keluar masuk. Dari sanalah olah raga sepak bola datang dibawa oleh kelompok yang telah disebutkan di atas. Di antara pendatang ini kebanyakan dari Inggris. Ada dari Southampton, Portsmouth, dan Sunderland. Merekalah yang juga membawa sepak bola ke Bilbao. Baru di tahun 1890-an, pekerja-pekerja atau pendatang-pendatang tadi bersatu dan membentuk sebuah klub sepak bola bernama Bilbao Football Club.

Perlu di ketahui seblumnya bahwa Bilbao terletak di kawasan Basque. lantas, kebanykan banyak kelas terdidik penduduk Basque yang melanjutkan pendidikannya ke Inggris dalam bidang teknik sipil dan perdagangan. Warga Basque yang merantau ke Inggris ini banyak yang mengembangkan minat mereka terhadap olah raga sepak bola. Mereka mulai banyak menyelenggarakan pertandingan dengan pekerja-pekerja Inggris. Kemudian, di tahun 1898 pelajar yang tergabung di Gymnasium Zamacois mendirikan Athetic Club. Tahun 1901, diselenggarakan pertemaun di Cafe Garcia untuk membicarakan regulasi dan aturan permainan. Selanjutnya, tahun 1902, terbentuklah sebuah tim sepak bola yang bersal dari gabungan dua tim berbeda. Klub tersebut diberi nama Bizcaya. Sebagai catatan, klub ini kebanyakan diisi oleh pekerja dan pelajar yang tergabung di gimasium. Klub ini kemudian berlaga di Copa del Rey dan sukses meraih trofi setelah menumbangkan Barcelona di partai final. Di tahun 1903, Bizcaya merger dengan sebuah klub yang menghasilkan klub baru bernama Athletic Club. Sementara itu, di tahun yang sama, pelajar Basque yang pulang dari Inggris juga mendirikan sebuah klub yang saat ini kita kenal dengan nama Atletico Madrid.

Dengan nama barunya, Tahun 1903, Athletic Bilbao menjuarai Copa del Rey. Athletic Bilbao bukanlah satu-satunya tim yang mewakili wilayah Basque di La Liga pertamanya. Ada klub lain seperti Real Union, Arenas Club de Getxo, dan Real Sociedad yang juga ikut berlaga. Keempat klub ini semuanya menjadi anggota pendiri La Liga tahun 1928 dan bertambah satu klub di tahun 1930, yakni CD Alaves. Hal ini berarti lima dari peserta Primera Division of Spain’s National League berasal dari Basque.

Sejarah klub mencatat bahwa Athletic Bilbao pernah meraih kesuksesan di bawah tangan pelatih berkebangsaan Inggris, William Garbut. Sat itu, Garbut didatangkan dari Napoli yang juga mampu mengantarkan Napoli berada di tiga besar Serie A musim 1932/1933 dan 1933/1934. Sebelu itu, Garbutt sukses membawa Genoa meraih Scudetto sebanyak tiga kali. Kedatangan Garbutt ke Bilbao tentu disambut dengan rasa hormat dari publik Bilbao dan masyarakat Spanyol pada umumnya. Terbukti, di musim pertamanya, Garbutt mengantarkan Athletic Bilbao ke tangga juara Liga. Dia juga mengorbitkan seorang pemain, Guillermo Gorostiza yang mampu menjadi Top Scorer di tahun 1930 dan 1932. Juga seorang pemain lainnya, yakni Bata yang menjadi Top Scorer di tahun 1931.

Sesungguhnya, sebelum tahun 1941, Athletic Bilbao masih bernama Athletic Club sebagaimana ditulis di beberapa paragraf atas. Pergantian nama menjadi Athletic Bilbao yang terjadi pada tahun 1941 ini berkenaan dengan grandparent rule atau peraturan larangan menggunakan bahas Inggris. Lalu, setelah pergantian nama, mencuat  nama Telmo Zarra sebagai andalan lini serang Bilbao. selama 13 musim, Zarra mampu melesakkan gol sebanyak 294 di semua kompetisi, termasuk 20 gol di laga internasionalnya. 38 gol Zarra di musim 1950/1951 menjadi rekor gol terbanyak dalam satu musim yang bertahan selama 60 tahun hingga akhirnya dipecahkan oleh bintang Real Madrid, Christiano Ronaldo.

Di era abad 21, musim 2001 hingga 2003, Bilbao dilatih oleh Jupp Heynckes yang kemudian digantikan oleh Ernesto Valverde. Ia melatih hingga tahun 2005. Athletic Bilbao sempat hampir terdegradasi dari La Liga musim 2005/2006 dan 2006/2007. Namun, Bilbao kerap beruntung di pekan-pekan terakhir di mana mereka mampu memenangkan laga dan meraih poin krusial. Musim 2008/2009, Athletic Bilbao, sebagaimana musim-musim sebelumnya, belum mampu meraih hasil yang menggembirakan. Setidaknya saat itu klub ini bisa keluar dari zona degradasi. Musim 2009/2010, Bilbao sempat optimis dengan progres performa tim. Saat itu bahkan klub ini mampu menumbangkan Real Madrid yang notabenenya sulit dikalahkan. Dan musim-musim ke depannya, Athletic Bilbao menjalani kompetisi dengan spirit survivalnya. Cukup baik melihat Bilbao yang tak pernah turun kasta.

Staf Manajerial Athletic Bilbao

Posisi Nama
Manajer Jose Angel Ziganda
Pelatih Tim Utama Ernesto Valverde
Asisten Pelatih Tim Utama Jon Aspiazu
Pelatih Teknik Carlos Gurpegi
Alberto Iglesias
Pelatih Fisik Jose Ant. Pozanco
Xabier Clemente
Pelatih Kiper Aitor Iru
Representatif Andoni Imaz
Medis Josean Lekue
Paco Angulo
Fisioterapis Juan Manuel Ipina
Alvaro Campa
Benat Azula
Isusko Ortuzar
Kitman Txetxu Gallego
Jon Eskalza

Prestasi Athletic Bilbao

Kompetisi Tahun
La Liga 1929/1930, 1930/1931, 1933/1934, 1935/1936, 1942/1943, 1955/1956, 1982/1983, 1983/1984
Copa del Rey 1903, 1904, 1910, 1911, 1914, 1915, 1916, 1921, 1923, 1930, 1931, 1932, 1933, 1943, 1944, 1944/1945, 1949/1950, 1955, 1956, 1958, 1969, 1972/1973, 1983/1984
Supercopa de Espana 1984, 2015
Copa Eva Duarte 1950

Stadion San Mames

Athletic Bilbao bermarkas di Stadion San Mames. Stadion yang terletak di Alameda de Mazarredo ini mampu menampung hingga kurang lebih 53.332 penonton. Stadion San Mames baru direnovasi beberapa tahun ke belakang dan dibuka kembali tahun 2013. Sebelum di renovasi, Stadion San Mames ini hanya mampu menapung kurang lebih 13.000 orang saja. Stadion San Mames dikelola atau didanai secara kolektif oleh Pemerintahan Basque, Bibao City Council dan Biscay Provincial Council.

Stadion San Mames sebenarnya telah menjadi kandang Athletic Bilbao selama 100 tahun. Stadion ini dulunya dibuka tahun 1913. Lalu, untuk menyambut Piala Dunia thaun 1982, San Mames kala itu direnovasi. Dahulu, Stadion San Mames ini dibangun di area iconic Katedral. Penamaan San Mames sendiri merujuk pada sebuah egenda katedral tersebut. Kemudian, sebagaimana yang kita tahu, sejak tahun 2010, stadion ini mendapat renovasi yang cukup besar-besaran. Kapasitas stadion ditambah berkali lipat. Beberapa bagian interior maupun eksterior pun ditambahkan dan dibuat semodern mungkin.

Pertandingan pertama yang di helat di ‘the new’ San Mames adalah pertandingan Athletic Bilbao melawan Celta Vigo tahun 2013. Bilbao menekuk Celta Vigo dalam pertandingan tersebut dengan skor 3-2. Hingga saat ini, catatan rekor penonton terbanyak yang hadir di San Mames terjadi saat Bilbao menjamu SSC Napoli pada perhelatan kualifikasi Liga Champions Eropa musim 2014/2015. Penonton yang hadir saat itu mencapai 49.017 orang. Sebulan berselang, San Mames mendapat kabar gembira di mana stadion ini akan dijadikan salah satu venue pagelaran Euro 2020.

Warna Kebesaran dan Jersey Athletic Bilbao

Athletic Bilbao memulai laga perdanya dengan menggunakan kostum berwarna putih. Namun, musim 1902/1903, Bilbao menjadikan kostum resminya berwarna biru dan celana putih, tak begitu beda dengan kostum Blackburn Rovers. Lalu, sejak tahun 1910, klub ini menggunakan jersey dengan warna merah berpadu garis-garis  putih.

Athleetic Bilbao adalah salah satu klub profesional yang tidak punya logo sponsor di jerseynya. Bahkan saat menjalani UEFA Cup dan Copa del Rey musim 2004/2005, kostum Bilbao ini dituliskan kata “Euskadi” dengan warna hijau. Tulisan tersebut datang dari Pemerintahan Basque dan tentu ada serah terima Euro dari pemasangan kata tersebut.

Tahun 2008, peraturan pun berkata lain. Athletic Bilbao membuat kesepakatan dengan Biscay yang merupakan semacam anak perusahaan Petronor, sebuah perusahaan minyak, untuk memajang logo perusahaan tersebut di jerseynya. Nilai sponsorship tersebut mencapai 2 juta Euro. Tahun 2011, Bilbao memamerkan jersey barunya yang terinspirasi dari bendera Basque. di tahun yang sama, logo Kutxabank terpampang di kostum klub.

Rekor Klub Athletic Bilbao

  1. Athletic Bilbao menjadi salah satu klub, bersama Real Madrid dan Barcelona, yang tak pernah terdegradasi dari La Liga.
  2. Musim 1929/1930, menyelesaikan kompetisi dengan tidak pernah terkalahkan dalam 18 pertandingan.
  3. Tahun 1931, Athletic Bilbao mencatat kemenangan terbesar di ajang La Liga dari Barcelona dengan skor 12-1.
  4. Tahun 1947, Athletic Bilbao mencatat rekor kemenangan terbesar di ajang Copa del Rey dari Celta Vigo dengan skor 12-1.
  5. Kemenangan tandang terbesar Athletic Bibao diraih atas Real Madrid (0-6, Santiago Bernabeu), Barcelona (0-6, Camp Nou), Espanyol (1-5), dan Osasuna (1-8).
  6. Telmo Zarra, striker Athletic Bilbao, menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah La Liga yang mampu menjadi top scorer sebanyak enam kali.
  7. Telmo Zarra menjadi top scorer sepanjang searah perhelatan Copa del Rey dengan torehan 81 gol.
  8. Gainza menjadi pemain Athletic Bilbao yang mencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan, yakni 8 gol.
  9. Telmo Zarra menjadi pencetak gol terbanyak pada laga final Copa del Rey dengan 4 gol.

Leave A Comment