Atletico Madrid

Atletico Madrid bernama lengkap Club Atletico de Madrid, SAD. Klub ini didirikan pada  tanggal 26 April 1903 dengan nama Arhletic Club de Madrid. Tim berjuluk Los Colchoneros ini bermarkas di Stadion Vicente Calderon yang berkapasitas 54.960 penonton. Urusan trofi, Atletico Madrid adalah klub keempat Spanyol dengan gelar terbanyak di bawah Real Madrid, Barcelona, dan Athletic Bilbao. Atletico Madrid telah mengoleksi 10 trofi La Liga, 10 trofi Copa del Rey, 2 piala Supercopa de Espana, dan satu Copa Eva Duarte. DI level Eropa, Atletico Madrid telah mengumpulkan trofi European Cup Winners’ Cup, Europa League, UEFA Super Cup, dan Intercontinental Cup.

Julukan Los Colchoneros yang disematkan kepada klub ini tak lepas dari kostum pertama tim yang serupa dengan model lama mattresses atau kasur. Selain itu, Atletico Madrid juga kerap dipanggil Los Rojiblancos yang dalam bahasa inggris berarti the red and white. Sekitar tahun 1970-an, Atletico Madrid mendapat julukan Los Indios yang merujuk pada pembelian beberapa pemain Amerika Selatan. Namun, banyak versi yang berbicara tentang istilah Los Indios ini.

Atletico Madrid bermukim di Stadion Vicente Calderon. Stadion ini mampu memuat hingga kurang lebih 54.960 penonton. Stadion yang berlokasi di Paseo Virgen del Puerto ini dibuka tahun 1966. Sejak tahun 2003, Raja Spanyol, Felioe VI, menjadi presiden klub yang dihormati. Selain itu, Atletico Madrid juga melakukan franchise dengan sebuah klub di India. Klub tersebut bernama Atletico de Kolkata dan menjadi jawara kompetisi domestik India tahun 2014 dan 2016. Klub ini menjadi klub franchise tersukses di Liga India.

Skuad Atletico Madrid

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Miguel Angel Moya 14 MF Gabi
2 DF Diego Godin 15 DF Stefan Savic
3 DF Filipe Luis 16 DF Sime Vrsaljko
6 MF Koke 17 MF Alessio Cerci
7 FW Antoine Griezmann 19 DF Lucas Hernandez
8 MF Saul 20 DF Juanfran
9 FW Fernando Torres 21 FW Kevin Gameiro
10 MF Yannick Carrasco 22 MF Thomas Partey
11 FW Angel Correa 23 MF Nicolas Gaitan
12 MF Augusto Fernandez 24 DF Jose Gimenez
13 GK Jan Oblak 25 GK Andre Moreira

Sejarah Atletico Madrid

Atletico Madrid didirikan pada tanggal 26 April 1903 dengan nama Athletic Club de Madrid oleh pelajar asal Basque yang tinggal di Madrid. Klub yang baru lahir ini berlaga dengan kostum biru putih, persis dengan Athletic Bilbao. Namun, di tahun 1911, warna kostum klub berganti menjadi seperti apa yang kita lihat sekarang, garis-garis merah putih. Banyak yang percaya bahwa pergantian warna kostum tersebut dipenguruhi oleh harga motif garis-garis merah putih yang murah, serupa dengan motif warna kasur. Dan dari hal tersebut pula julukan Los Colchoneros datang. Sedangkan celananya, Atletico Madrid tetap mengenakan celana pendek warna biru, mengadopsi dari Blacburn Rovers yang mana klub ini mempunyai ikatan tersendiri dengan klub. Celana biru hasil adopsi dari Blackburn Rovers ini disebut-sebut sebagai asal usul julukan lain bagi Atletico Madrid, Los Rojiblancos.

Atletico Madrid berhasil menjuarai Campeonato del Centri sebanyak tiga kali dan menjadi runners-up Copa del Rey tahun 1921. Dari catatan ini, Atletico Madrid kemudian diundang untuk berlaga di Primera Division  pada pembukaan La Liga tahun 1928. Dua musim berkompetisi di La Liga, klub ini harus terdegradasi ke Segunda Division di musim berikutnya. Di musim pertamanya mengarungi La Liga, Atletico Madrid diarsiteki oleh Fred Pentland. Kemudian, tak begitulama, Atletico kembali ke La Liga di tahun 1934 dan kembali terdegradasi di tahun 1936 setelah Josep Samitier mengambil alih kursi kepelatihan di pertengahan musim.

Tahun 1939, saat La Liga kembali bergulir, Atletico Madrid merger dengan klub bernama Aviacion Nacional of Zaragoza yang kemudian menghasilkan klub baru bernama Athletic Aviacion de Madrid. Aviacion Nacional sendiri adalah klub baru yang didirikan oleh anggota Spanish Air Force atau angkatan udara Spanyol. tahun 1950 dan 1951, secara beruntun Atletico menjuarai La Liga. Saat itu, klub diasuh oleh Helenio Herrera dan asistennya Larbi Benbarek. Tahun 1953, sang arsitek, Helenio, pergi dan Atetico mulai berada di belakang Real Madrid dan Barcelona. Hal itu terjadi sepanjang tahun 1950-an. Dalam kurun waktu 1960-an dan 1970-an, Atletico Madrid terus memberi challenge atau berusaha merebut posisi dua dari Barcelona.

Musim 1957/1958, ketika tim dimanajeri oleh Ferdinand Daucik, Atletico Madrid sukses bertengger di posisi dua hingga akhir musim sekaligus membawa tim untuk kualiifikasi  European Cup musim 1958/1959. Lalu, di ajang Eropa tersebut, Atletico sampai di babak semi fina setelah menaklukan Drumcondra, CSKA Sofia, Schalke 04 di babak penyisihannya. Di semi final, Atletico bertemu dengan tim sekota, Real Madrid yang kemudian dalam pertandingan home away, Los Galacticos unggul agregat. Namun, Atletico Madrid sukses melampiaskan dendam kekalahan tersebut pada dua gelaran Copa del Rey, tahun 1960 dan 1961, Atletico sukses menumbangkan Real Madrid. Menariknya, saat itu Atletico tengah ditangani oleh mantan pelatih Real Madrid sendiri, Jose Villalonga.

Era 1965-an, beberapa pemain mulai mencuat dan menjadi perhatian pecinta sepak bola. Mereka di antaranya adalah Adelardo, Luis Aragones, Javier Irureta, dan Jose Eulogio Garate yang sukses mengantarkan Atletico meraih Pichichi tiga kali berturut-turut, 1969, 1970, 1971. Periode 1970-an, Atletico mendatangkan pemain-pemain Argentina seperti Ruben Ayala, Panadero Diaz, dan Ramon “Cacho” Heredia. Pelatih pun langsung di impor dari Argentina, Juan Carlos Lorenzo. Pelatih yang satu ini kerap membuat kontroversi dalam metoda latihannya. Namun, motoda kontrovesial tersebut justru terbukti sukses hingga mampu mengantarkan Atletico ke tangga juara La Liga tahun 1973. Lorenzo juga berhasil mengantarkan Atletico berlaga di final Europen Cup tahun 1974. Sayanya di partai puncak, Atletico ditundukkan Bayern Munich.

Musim 2009/2010, Atletico Madrid finis posisi sembilan. Di musim yang sama, Los Colchoneros hanya mampu berada di posisi tiga penyisihan grup UEFA Champions League sehingga mengantarkan Atletico melnjutkan kompetisi di Piala Eropa. Mereka pun sukses keluar sebagai juara kompetisi Eropa kasta dua tersebut. Ini menjadi titel Eropa pertama sejak Atletico meraih gelar European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962. Sebagai jawara Piala Eropa, Atletico melenggang ke UEFA Super Cup tahun 2010.

Klub yang saat itu dihuni Sergio Aguero pun keluar sebagai juara setelah menumbangkan Monaco dua gol tanpa balas di partai final. Tahun 2010, tepatnya 19 Mei 2010, Atletico Madrid sampai di babak final Copa del Rey meski gagal menjadi juara setelah ditaklukan Sevila 2-0 di laga finalnya. Musim 2010/2011, Atletico tak menemui hasil yang tak begitu menggembirakan. Setalah hanya mampu finis di posisi tujuh, klub ini juga harus tersisih di perempat final Copa del Rey dan tereliminasi dari Europa League sejak penyisihan grup.

Diego Simeone masuk menahkodai Atletico Madrid sejak desember 2011 setelah pelatih sebelumnya, Gregorio Manzano, dinilai tak cukup mampu meningkatkan performa tim. Simeone memulai debutnya dengan menjadi jawara di ajang Europa League setelah menekuk Athletic Bilbao tiga gol tapa balas di partai final yang diselenggarakan di Bucharest, 9 Mei 2012.

Mengejutkan, setelah menjuarai Europa League, Atletico secara otomatis berlaga di UEFA Super Cup 2012 dan keluar sebagai juara usai menumbangkan Chelsea 4-1. Radamel Falcao menjadi bintang dalam laga tersebut dengan mencetak hat-trick. Belum selesai sampai di situ, kecemerlangan Diego Simeone berlanjut dengan gelar Copa del Rey. Real Madrid ditundukkan 2-1 di laga finalnya. Beberapa musim berselang, lemari piala Atletico Madrid bertambah.

Musim 2013/2014, Atletico Madrid memastikan gelar La Liga setelah menahan imbang Barcelona di Camp Nou 1-1. Itu menjadi trofi La Liga yang diraih Los Cholconeros sejak tahun 1996 sekaligus yang pertama kalinya sejak 2003/2004 trofi La Liga tidak dikuasai dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Seminggu berselang dari laga melan Barcelona, Atletico Madrid harus menghadapi lawan berat, tim sekota, Real Madrid di partai puncak Liga Champions. Kali ini tim asuhan Simeone kalah dari el Real. Musim 2015/2016, Atletico Madrid kembali bertemu dengan Real Madri di laga puncak Champions Legue. Kembali Real Madrid menang lewat adu penalti.

Stadion Vicente Calderon

Atletico Madrid bermarkas di Estadio Vicente Calderon. Stadion ini berada di bagian selatan Ibu Kota, Paseo Virgen del puerto, distrik Arganzuela, Madrid. Stadion berkapasitas kurang lebih 54.960 orang ini dibuka pada tahun 1966. Vicente Calderon di bangun era 1960-an. Mulanya, stadion ini bernama Estadion de Manzaneras. Perubahan nama terjadi pada tahun 1971 yang mana hal tersebut dilakukan sebagai penghormatan terhadap presiden klub yang beranama bernama Vicente Calderon.

Sebelum bermukim di Vicente Calderon, Atletico Madrid memainkan laga kandangnya di Stadion Ronda de Vallaces hingga tahun 1923. Setelah pembangunan Estadio Metropolitano de Madrid rampung, Los Rojiblancos pindah ke stadion tersebut. Atletico Madrid baru pindah ke kandang yang hingga kini dihuninya pada tahun 1966.

Tersiar kabar bahwa di tahun 2017, klub akan pindah markas ke Wanda Metropolitano yang bakal ditambah kapasitasnya sebesar 20.000 setelah sebelumnya mampu menampung hingga 68.000 penonton. Wanda Metropolitano sendiri sebelumnya digunakan untuk Summer Olympics tahun 2016 yang juga sebetulnya gagal di selenggarak di sana. Vicente Calderon pun akan diruntuhkan dan diganti oleh waterfront park atau areal taman air hulu sungai Manzaneras. Sementara itu, Atletico Madrid menggelar latihan di stadion terpisah, yakni di lapang Cludad Deportiva Atletico de Madrid di Majadoha, 20 KM dari barat Kota Madrid. Baik tim senior ataupun junior, keduanya menggelar latihan di lapangan ini.

Staf Kepelatihan Atletico Madrid

Posisi Nama
Manajer Diego Simeone
Asisten Pelatih German Burgos
Juan Vizcaino
Pelatih Kiper Pablo Vercellone
Pelatih Fitnes Ivan Ortega
Oscar Ortega
Carlos Menendez
Ivan Rafael Diaz Infante
Kepala Departemen Medis Jose Maria Villalon
Dokter Tim Gorka de Abajo

Prestasi Atletico Madrid

Kompetisi Tahun
La Liga 1939/1940, 1940/1941, 1949/1950, 1950/1951, 1965/1966, 1969/1970, 1972/1973, 1976/1977, 1995/1996, 2013/2014
Segunda Division 2001/2002
Copa del Rey 1959/1960, 1960/1961, 1964/1965, 1971/1972, 1975/1976, 1984/1985, 1990/1991, 1991/1992, 1995/1996, 2012/2013
Supercopa de Espana 1985, 2014
Copa Presidente FEF 1941 (1947)
Copa Eva Duarte 1951
European Cup/ UEFA Champions League 1973/1074, 2013/2014, 2015/2016
European Cup Winners’ Cup 1961/1962
UEFA Europa League/ UEFA CUP 2009/2010, 2011/2012
UEFA Super Cup 2010, 2012
Intercontinental Cup 1974

Aparel dan KIT Sponsor Atletico Madrid

Periode Aparel Sponsors
1980-1986 Meyba None
1986-1989 Puma None
1989-1990 Mita
1990-1993 Marbella
1993-1994 Antena 3
1994-1996 Marbella
1996-1997 Bandai/ Tamagotchi
1997-1998 Marbella
1998-1999 Reebok
1999-2000 None
2000-2001 Idea
2001-2002 Nike
2002-2003 Century
2003-2005 Columbi Pictures
2005-2011 KIA
Maret – Mei 2012 Rixos Hotels (hanya di liga, kecuali lawan Real Madrid)
Mei – Desember 2012 Huawei
2012-2015 Azerbaijan Land of Fire
2013-2015 Baku 2015
2015- Plus500

Leave A Comment