Claudio Ranieri Akan Latih Nantes

Claudio Ranieri tampaknya sudah siap untuk melatih lagi. Diberitakan, dalam waktu dekat pelatih asal Italia tersebut akan menangani klub Perancis, Nantes. Pada musim 2016-2017 lalu, Nantes mengakhiri Ligue 1 Perancis dengan finis di peringakt ketujuh klasemen akhir. Mereka memang tengah mencari pelatih baru, setelah mundurnya Sergio Conceicao yang menerima tawaran dari klub Portuga, FC Porto.

Setelah sempat menjadi spekulasi, akhirnya sekarang teka-teki mengenai pelatih baru Nantes terkuak sudah. Presiden klub tersebut, Waldemar Kita, mengatakan pada media bahwa pihaknya saat ini tengah berusaha meyakinkan mantan pelatih Leicester City tersebut.

Waldemar menjelaskan ada sekitar 3 hingga 4 nama dalam daftar calon pelatih mereka. Salah satunya berasal dari Portugal, dan Ranieri adalah salah satunya.

Tampaknya gayung bersambut. Soalnya dari keterangan yang game slot mesin online terpercaya  dapatkan, manajer yang dipecat oleh Leicester City pada Februari tahun ini itu, merasa tertarik dengan proyek Nantes.

Beberapa media asal Perancis bahkan menyebutkan kalau kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan kerja sama pada tanggal 12 Juni 2017 lalu. Disebutkan juga bahwa Claurio Ranieri meminta syarat pada Nantes, yaitu ia ingin memiliki empat orang asisten pelatih di Nantes.

Bila Nantes bersedia memenuhi persyaratan tersebut dan semuanya berjalan mulus, Claudio Ranieri akan menjadi pelatih asal Italia pertama di Nantes. Namun bagi pelatih berjulukan The Tinker tersebut, ini bukan kali pertamanya melatih di Ligue 1 Perancis. Soalnya pada tahun 2012 hingga 2014 lalu, ia sempat menangani AS Monaco.

Claudio Ranieri Sempat Tak Ingin Melatih Lagi

Claudio Ranieri memang mengakhiri perjalanannya bersama Leicester City dengan kisah menyedihkan. Setelah dengan ajaib berhasil membawa tim berjulukan The Foxes tersebut meraih gelar juara Premier League pada musim 2015-2016, ia dipecat pada paruh kedua musim lalu.

Memang, performa The Foxes menurun drastis dari musim sebelumnya. Bahkan mereka nyaris terdegradasi dan bertahan di papan bawah klasemen sementara Premier League selama berminggu-minggu. Keproduktifan Jamie Vardy dan kawan-kawan berkurang drastis, dan akhirnya Ranieri pun dikorbankan. Banyak kalangan yg menyayangkan keputusan Leicester City dan bahkan menyebut klub tersebut tidak tau terima kasih.

Sebenarnya, sebelum mendapat tawaran dari Nantes, Claudio Ranieri juga diberitakan telah dihubungi oleh Wolfsburg. Tepatnya hanya satu pekan setelah ia resmi dipecat oleh Leicester City.  Saat itu, Die Wolfie baru saja memecat pelatih  mereka, Valerien Ismael.

Alasan pemecatan Valerien Ismael kurang lebih sama dengan Ranieri, yaitu performa buruk Wolfsbuerg. Karena itu mereka ingin mencari seorang pelatih baru yang bisa menyelamatkan tim dan membawa tim kembali ke papan atas Bundesliga.

Namun Claudio Ranieri menolak tawaran tersebut. Pelatih berusai 65 tahun itu menolak lantaran dirinya belum ingin langsung bekerja karena masih kecewa pada Leicester City. Selain itu Ranieri ingin istirahat sebelum memulai pekerjaan baru.

Leicester City sendiri akhirnya menunjuk asisten pelatih mereka, Craig Shakespeare sebagai pelatih sementara menjelang mendapatkan manajer baru. Namun sang asisten manajer berhasil mengangkat performa tim dan bahkan menorehkan lima kemenangan berturut-turut.

Leicester pun akhirnya memutuskan untuk tak mencari pelatih baru hingga akhir musim dan menugaskan Craig Shakespeare sebagai pelatih mereka. Beberapa hari lalu diberitakan bahwa Craig Shakespeare telah resmi dikontrak sebagai pelatih baru The Foxes dengan kontrak berdurasi  tiga tahun.

Diharapkan Craig Shakespare bisa kembali mengantarkan Leicester ke papan atas Premier League setelah musim ini mereka hanya finis di peringkat ke 12. Namun setidaknya mereka bisa terbebas dari ancaman degradasi.