Craig Shakespeare Dikontrak Leicester Tiga Tahun

Craig Shakespeare resmi ditunjuk oleh Leicester City sebagai manajer permanen mereka. Keputusan tersebut mereka ambil setelah sang mantan asisten pelatih berhasil menyelamatkan klub Premier League tersebut dari ancaman degradasi musim 2016-2017.

Diberitakan bahwa pria berusia 53 tahun tersebut diikat kontrak dengan durasi tiga tahun oleh The Foxes terhitung hari Kamis 8 Juni 2017 lalu. Sang pelatih tentu pantas mendapatkan hadiah kontrak ini lantaran kesuksesannya menyelamatkan Jamie Vardy dan kawan-kawan.

Pada awalnya Craig Shakespeare hanya didapuk menjadi pelatih sementara pasca The Foxes memecat Claudio Ranieri bulan Februari tahun lalu. Sebelumnya Leicester City sempat diberitakan akan mencari pelatih baru yg berpengalaman untuk mengisi tempat Ranieri. Sejumlah nama pun sempat diberitakan akan mengisi kursi pelatih di King Power Stadium.

Untuk sementara waktu mereka menunjuk Craig Shakespeare, yg ajaibnya berhasil mempersembahkan tiga kemenangan berturut-turut setelah ia menangani The Foxes. Karena itu akhirnya manajemen Leicester City memutuskan akan tetap mempercayakan tim padanya hingga akhir musim 2016-2017.

Pemecatan Claudio Ranieri sendiri awalnya sangat disayangkan. Manajer asal Italia tersebut berhasil membawa The Foxes yg selama ini berada di papan bawah secara mengejutkan menjuarai Premier League 2015-2016. Namun pada musim berikutnya, bukan hanya tak berhasil mempertahankann tim di papan atas Jamie Vardy dan kawan-kawan juga harus kembali berhadapan dengan zona degradasi.

Pada awalnya rumor menyebutkan ada ketidakharmonisan antara para pemain dan pelatih mereka. Bahkan kabarnya para pemain Leicester City memiliki andil besar dalam pemecatan pelatih yg dijuluki The Tinker tersebut. Berita ini sudah dibantah oleh kedua belah pihak, namun tetap saja pemecatan Ranieri sempat mengundang reaksi keras dari banyak kalangan, yang kebanyakan menyebut Leicester City keterlaluan dan tak tau terimakasih.

Selain itu judi bola online terbaik  juga tak bisa dipungkiri bahwa skuad The Foxes mengalami sedikit kesulitan mengingat beberapa pemain bintang mereka yang berperan penting musim sebelumnya, memutuskan hengkang ke klub yang lebih besar.

Craig Shakespeare, The Lucky One

Craig Shakespeare sendiri mengaku senang dengan kesempatan barunya itu. Lewat situs resmi Leicester City ia mengatakan bahwa sangat menyenangkan baginya mendapatkan kesempatan untuk meneruskan jalur baru dalam karirnya dan meneruskan pekerjaan dengan klub serta staf yg tumbuh sangat dekat dengannya.

Dalam kesempatan sama ia juga mengucapkan terima kasih pada para pemilik klub dan dewan direktur untuk keyakinan serta dukungan berkelanjutan yg didapatkannya sejauh ini.

Craig Shakespeare bergabung bersama Leicester City pada tahun 2008 silam. Saat itu ia datang sebagai asisten Nigel Pearson yang berstatus sebagai pelatih kepala. Namun ia sempat mengikuti Nigel Pearson ke Hull City pada tahun 2010 hingga 2011, sebelum pada akhirnya ia kembali ke King Power Stadium tahun 2011 dan tetap berada di staf kepelatihan hingga masa kepemimpinan Claudio Ranieri.

Saat Craig Shakespeare mengambil alih The Foxes Februari lalu, tim tengah berada di zona degradasi. Namun ia berhasil memenangi lima pertandingan pertamanya secara beruntun untuk membantu mereka finis di peringkat ke 12. Sementara itu di kancah Liga Champions, Craig Shakespeare juga berhasil menggiring timnya hingga ke perempat final sampai pada akhirnya mereka tersingkir oleh Atletico Madrid.

Craig Shakespeare pun mengakui dirinya sangat beruntung. Karena itu ia merasa julukan The Lucky One cukup pantas baginya.