Cristiano Ronaldo Jalani Tes Doping

Cristiano Ronaldo terpilih sebagai pemain yang harus menjalani tes doping, usai ia mencetak hat-trick ke gawang Atletico Madrid semalam.

Slotbola mencatat Trigol striker Portugal membuatnya mengukir beberapa rekor baru atas namanya, selain juga membantu Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-0 dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions di Bernabeu.

Skuat Madrid pun tampak sumringah berkat Ronaldo, yang mencetak gol pembuka di babak pertama, sebelum menambah dua gol di paruh kedua untuk melengkapi hat-tricknya.

Dan kapten klub, Sergio Ramos, mengkonfirmasi usai laga bahwa rekannya itu diminta untuk menjalani tes doping usai laga. Ramos mengatakan Cristiano Ronaldo harus menjalani tes doping, jadi semua bisa melihatnya.

Agen casino online menyimpulkan jelas sudah bahwa ketika Cristiano dalam performa yang bagus, Real Madrid mampu mendapatkan manfaat maksimal. Dia hanya ingin mengucap selamat padanya, karena dia unik. Cristiano Ronaldo bermain bagus, Real Madrid menjadi tim yang berbeda berkatnya.

Cristiano Ronaldo Pemain Penting Real Madrid

Mantan pemain internasional Brasil, Savio menilai bahwa musim ini Cristiano Ronaldo tidak sedang berada di performa terbaiknya. Meski begitu, Ronaldo tetap dianggap sebagai pemain yang paling penting di kubu Real Madrid.

Ronaldo musim ini ‘baru’ mencetak 32 gol dan 12 assist dari 40 pertandingan yang dilakoni sepanjang musim 2016/17. Ronaldo pun masih memimpin Madrid untuk merebut gelar juara di pentas La Liga dan Liga Champions.

Dia biasa melihat Ronaldo mencetak 40, 50 atau bahkan 60 gol dalam satu tahun. Ini wajar dan normal dalam sepakbola. Terkadang, mengalami penurunan atau naik, penampilan dan memang selalu begitu.

Savio mengatakan Cristiano Ronaldo tidak berada dalam ritme permainan terbaiknya pada musim ini, seperti pada laga sebelumnya. Tapi, jika melihat statistiknya, itu menunjukkan bahwa ia tetap sangat penting, statistiknya masih sangat kuat.

Savio menduga bahwa yang menjadi penyebab turunnya penampilan Ronaldo adalah masalah kebugaran fisik. Eks pemain Manchester United dinilai tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup di awal musim karena harus membela Portugal di Euro 2016 dan mengalami cedera.