Fabio Capello Mengakui Kalau Melatih Roma Sangat Sulit

Fabio Capello belakangan ini sering di sebut akan menggantikan pelatih Rudi Garcia di Roma yang performa timnya sedang menurun. Namun Capello mengakui kalau melatih Roma merupakan tugas yang sangat sulit.

Rudi Garcia sekarang ini sedang di sorot karena belakangan ini Roma sering mendapatkan hasil yang sangat mengecewakan. Pada pekan kemarin mereka mampu mendapatkan kemenangan 2-0 saat melawan Genoa di Serie A, namun sebelumnya mereka sulit mendapatkan kemenangan. Tercatat oleh bandar bola sbobet dalam enam pertandingan terakhirnya sebelum melawan Genoa, mereka hanya mampu mendapatkan tiga kali hasil imbang dan tiga kali kekalahan.

Dari hasil buruk yang di terima AS Roma di beberapa pertandingan terakhir, yang paling di sorot adalah ketika tim asuhan Rudi Garcia mendapatkan kekalahan dengan sangat telak dari Barcelona dengan skor 6-1 di kompetisi Champions league. Dan juga harus tersingkir dari Coppa Italia pada saat melawan tim dari Serie B Spezia, lewat adu penalti.

Fabio Capello Salah Satu Kandidat Pengganti Rudi Garcia

Fabio Capello, Marcelo Lippi, Luciano Spalletti, Walter Mazzarri dan juga Antonio Conte disebut sebagai kandidat untuk menggantikan Rudi Garcia. Namun hal tersebut kemungkinan akan bisa terwujud pada bursa transfer musim panas nanti atau sehabis Piala Eropa 2016.

Fabio Capello merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Rudi Garcia. Sebelumnya Capello juga pernah menangani Roma pada tahun 1999 sampai dengan 2004 yang lalu. Capello juga mengakui kalau dirinya bekerja di Roma merupakan hal yang sangat sulit.

Di kota Roma mempunyai gairah yang bisa dikatakan meluap-luap yang akan membuat situasi berubah dengan sangat cepat dari situasi yang menyenangan akan bisa merubah dengan penuh tekanan. Hal tersebut bisa menjadi lebih rumit, karena di kota Roma belum mempunyai kultur juara yang di bangun dengan baik.

Fabio Capello melalui Gazzetta Dello Sport mengatakan bahwa bekerja di Roma tentu akan sangat sulit, kita mengetahui hal tersebut bukan sekarang ini saja. Roma tidak mempunyai keseimbangan segala sesuatunya dapat berubah dengan sangat cepat, ketika mereka baru saja merayakan, dengan cepat semua hal tersebut menjadi depresi, tentu ini akan membuat pekerjaan sebagai pelatih akan sangat sulit.

Leave A Comment