FC Barcelona

FC Barcelona yang akrab disapa cukup dengan Barcelona merupakan sebuah klub besar Spanyol yang berbasis di Barcelona, Catalonia. Klub Catalan ini didirikan pada 29 November 1899 oleh sekelompok orang Swiss, Inggris, dan Catalan yang dipimpin oleh Joan Gamper. Blaugrana, julukan klub, menjadi simbol dari wilayah dan tradisi Catalonia dengan mottonya “Mes que un club” yang dalam bahasa Indonesia berarti lebih dari sekedar klub. “Cant del Barca” adalah judul dari anthem resmi Barcelona yang ditulis oleh Jaume Picas dan Josep Maria Espinas. Berbeda dengan kebanyakan klub sepak bola Spanyol lainnya, Barcelona adalah klub sepak bola yang dimiliki dan dikelola oleh suporter. Sisi finansial Barcelona menjadi yang kedua terkaya di dunia dengan 3,56 miliar dolar sekaligus klub kedua terbesar dalam hal meraup keuntungan dengan 560,8 juta Euro per tahun.

Di liga domestik, Barcelona telah mengoleksi 24 gelar La Liga, 29 Copa del Rey, 12 Supercopa de Espana, 3 Copa Eva Duarte, dan 2 Copa de la Liga trofi. Di kancah Internasional, klub yag dihuni pemain bintang seperti Messi, Suarez, Neymar, dan Iniesta ini telah mengumpulkan 4 UEFA Champions League, 1 European Cup, 4 UEFA Cup Winners’ Cup, 5 UEFA Super Cup, 3 Inter-Cities Fairs Cup, dan 3 FIFA Club World Cup atau piala dunia antar klub. Berdasarkan IFFHS, Barcelona menduduki peringkat pertama klub rangking di tahun 1997, 2009, 2011, 2012, dan 2015 serta baru-baru ini berada di peringkat 3 UEFA club ranking.

FC Barcelona memainkan semua laga kandangnya di Stadion Camp Nou yang terletak di Carrer d’Aristides Maillol, 12, Barcelona. Stadion yang selalu diwarnai dengan koreografi apik kala klub kebanggannya bertanding ini mampu menampung hingga kurang lebih 96.336 penonton. Camp Nou yang dibuka tahun 1957 menjadi yang terbesar di Eropa dan ke 11 terbesar di dunia.

FC Barcelona menjadi salah satu klub dari tiga klub pendiri Primera Division. Barcelona juga menjadi salah satu yang belum pernah terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Spanyol bersama Athletic Bilbao dan Real Madrid. Klub yang pernah dibela Ronaldinho ini menjadi klub pertama yang meraih continental treble, yakni gelar La Liga, Copa del Rey, dan UEFA Champions League. Bahkan, Barcelona menjadi klub pertama di dunia yang mampu meraih enam gelar dalam satu tahun atau biasa disebut sixtuple, yakni gelar La Liga, Copa del Rey, UEFA Champions League, Spanish Super Cup, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup. Tahun 2011, Barcelona kembali menjadi juara Eropa dan lima gelar lainnya. Masa kejayaan ini terjadi ketika Barcelona diarsiteki oleh Pep Guardiola dan pasukannya diisi oleh pemain-pemain seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andreas Iniesta, Sergio Busquets, Gerad Pique, Carles Puyol.

Blaugrana memiliki basis suporter yang tersebar hampir di seluruh negara dengan jumlah yang banyak. Di dunia maya, Barcelona menjadi klub paling banyak diikuti atau di-follow di antara klub-klub olah raga lainnya. Untuk rekor individu, pemain Barcelona seolah tak selesai-selesainya mencetak rekor pribadi. Penghargaan Ballon d’Or telah dinobatkan ke pemain Barcelona sebanyak 11 kali dan 7 kali untuk FIFA World Player of the Year.

Skuad FC Barcelona

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Marc-Andre ter Stegen 13 GK Jasper Cillessen
3 DF Gerard Pique 14 DF Javier Mascherano
4 MF Ivan Rakitic 17 FW Paco Alcacer
5 MF Sergio Busquets 18 DF Jordi Alba
6 MF Denis Suarez 19 DF Lucas Digne
7 MF Arda Turan 20 MF Sergi Roberto
8 MF Andres Iniesta 21 MF Andre Gomes
9 FW Luis Suarez 22 DF Aleix Vidal
10 FW Lionel Messi 23 DF Samuel Umtiti
11 FW Neymar 24 DF Jeremy Mathieu
12 MF Rafinha 25 GK Jordi Masip

Sejarah FC Barcelona

FC Barcelona merupakan sebuah klub dengan sejarah panjang. Titik awal Barcelona bermula dari sebuah iklan. Iklan tersebut dibuat oleh Hans Gamper—hari ini kita kenal dengan nama Joan Gamper—pada 22 Oktober 1899 di Los Deportes yang memuat keinginannya untuk mendirikan sebuah klub sepak bola. Dari iklan tersebut, banyak respon positif hadir. Akibatnya tanggal 29 November 1899, diadakan sebuah pertemuan di Gimnasio Sole untuk menindaklanjuti iklan Hans Gamper. Dari pertemuan tersebut, terbentuklah Football Club Barcelona dengan kesebelas pemainnya, Walter Wild, Lluis d’Osso, Bartomeu Terradas, Otto Kunzle, Otto Maier, Enric Ducal, Pere Cabot, Carles Pujol, Josep Llobet, John Parsons, dan William Parsons. Selain menjadi pemain, Walter Wild juga bertindak sebagai direktur klub.

Pada debut kompetisinya, Barcelona langsung meraih hasil yang cukup membanggakan. Dua kompetisi awal yang diikuti Barcelona, Campionat de Catalunya dan Copa del Rey, berbuah hasil yang cukup memberi optimis akan pendirian klub itu. Tahun 1902, Barcelona meraih trofi pertamanya dari kompetisi Copa Macaya. Mereka juga turut serta pada perhelatan perdana Copa del Rey meski takluk 1-2 dari Bizcaya di laga final. Joan Gamper menjadi presiden klub di tahun 1908dengan harapan dirinya mampu untuk membawa keluar tim dari masalah lapangan, finasnsial, dan sosial setelah tak kunjung meraih gelar sejak Campionat de Catalunya di tahun 1905. Joan Gamper kala itu pernah berkata dalam sebuah pertemuan.

Barcelona tidak bisa mati dan tidak boleh mati. Jika tidak ada seorangpun yang mampu mencoba menghidupkan klub, maka saya akan ambil tanggung jawab tersebut sejak saat ini.

Secara keseluruhan, Gamper mengabdikan dirinya sebagai presiden klub selama 25 tahun. Salah dua pencapaian terbesar Gamper adalah mendapatkan stadion sendiri dan menciptakan stabilitas pendapatan klub.

Barcelona pindah kandang ke Camp de la industria yang berkapasitas 8.000 orang pada 14 Maret 1909. Sebagai bentuk perayaannya, Barcelona menyelenggarakan kontes mebuat logo klub. Carles Comamala keluar sebagai juara kontes tersebut dan loga buatannya, dengan sedikit perubahan, digunakan Barcelona hingga hari ini. Sekitar periode 1914-an, Barcelona mengganti bahasa resminya dari Castilian menjadi Catalan. Kemudian, secara bertahap, Barcelona menjadi simbol penting dari identitas Catalan. Bagi para suporter, Menjadi fans Barcelona tak semata hanya mendukung sebuh klub sepak bola, melainkan menjadi bagian dari identitas kolektif klub yang merepresentasikan identitas Catalan. Gamper kemudian secara intens mengkampanyeukan dan merekrut anggota klub. Lantas, tahun 1922, Barcelona memiliki lebih dari 20.000 yang membantu secara finansial dalam proses pembangunan stadion baru. Barcelona kemudian beralih ke kandang baru mereka, Les Cortes di tahun 1922. Les Cortes memiliki kapasitas 30.000 pada awalnya dan bertambah menjadi 60.000 di era 1940-an.

14 Juni 1925, terjadi sebuah perlawanan spontan terhadap kediktatoran Primo de Rivera, pihak berkuasa di area Catalan. Banyak orang di stadion yang mengejek Royal March. Lantas, sebagai balasan, stadion pun ditutup untuk enam bulan dan Gamper dituntut untuk melepaskan kursi kepresidenan klub. Bertepatan dengan masa transisi ke arah klub yang profesional, tahun 1926, sang direktur klub menyatakan secara terbuka untuk pertama kalinya bahwa ia saat itu mengoperasikan sebuah klub profesional yang secara tersurat bahwa Barcelona telah bertransformasi menjadi sebuah klub profesional.

Tahun 1936, sebulan setelah perang saudara, beberapa pemain Barcelona terdaftar sebagai bagian dari pihak yang melawan pemberintakan militer. Lantas, pada 6 Agustus, tentara Falangist membunuh presiden klub, Josep Sunyol yang juga seorang tokoh pro partai politik independen. Perlu diketahui sebelumnya bahwa Catalonia pada masa itu diangga sebagai area yang hendak berontak dari wilayah kekuasaan Spanyol. Perang saudara yang terjadi bermuara pada permasalahan tersebut. Tanggal 16 Maret 1983, Barcelona dibombardir oleh pesawat tempur Italia yang menyebabkan 3.000 orang mati. Satu bom tepat meluluhlantahkan kantor klub Barcelona.

Beberapa bulan kemudian, Catalonia berada di bawah pendudukan pihak yang hendak ‘menghilangkan’ Catalonia. FC Barcelona secara otomatis jatuh dan kehilangan anggota klubnya. Semua eksistensi identitas Catalonia, termasuk klub seperti bahasa, bendera dan simbol-simbo lainnya yang dianggap sebagai bentuk separatis atau pemberontakan dilarang berada di Spanyol. kejadian tersebut membuat klub mengubah namanya menjadi de Futbaol Barcelona dan menghapus bendera Catalan dari logo klub.

Tahun 1943, Barcelona berhadapan dengan rival abadi mereka, Real Madrid, di laga semifinal Copa del Generalisimo (hari ini menjadi Copa del Rey). Di leg pertama, Barcelona menang atas el Real 3-0. Namun, di leg kedua, el Real menekuk Barcelona 11-1. Berdasarkan seorang penulis sepak bola, Sid Lowe, kekalahan atau hasil tersebut menggoreskan sejarah yang tak bisa dilupakan oleh semua pecinta Barcelona. Partai tersebut telah memberi identitas hubungan kedua tim di mana Real Madrid terrepresentasikan sebagai diktator dan Barcelona tentu sebagai korbannya.

Seorang jurnalis, Paco Aguilar, kala itu menyatakan bahwa pemain Barcelona mendapat ancaman dari polisi setempat di ruang ganti sebelum laga berlangsung meskipun belum pernah ditemukan bukti yang membenarkan pernyataan jurnalis tersebut. Di luar itu semua, tidak aneh kiranya melihat panasnya rivalitas kedua klub ini hingga sekarang, mengingat panjangnya sejarah panas kedua klub, tak hanya dalam aspek sepak bola, melainkan juga secara politik.

Periode 1940-an dan 1950-an, Catalan masih berada di bawah kondisi politik yang sulit. Meski demikian, Barcelona tak kunjung menyerah dan justru keluar meraih kesuksesan. Sepak bola seolah menjadi salah satu cara mereka melawan. Maka tidak heran jika suporter Barcelona yang terlibat dalam mensuport klub sama artinya dengan berjuang melawan menjaga ‘darah’ tanah kelahirannya, rumahnya.

Tahun 1957, Camp Nou rampung dibangun. Hal tersebut juga berarti bahwa klub hanya punya sedikit uang untuk mendatangkan pemain. Tahun 1959, Barcelona sukses merengkuh gelar La Liga. Setahun berselang, 1960, Blaugrana kembali mengangkat piala di ajang Fairs Cup Double. Saat itu, Barcelona dihuni Sandos Kocsis dan Zoltan Czibor serta dilatih oleh Helenio Herrera. Tahun 1961, Barcelona menjadi klub pertama yang enundukkan Real Madri di European Cup. Sayangnya, Barcelona kalah dari 2-3 dari Benfica di partai pamungkas.

Tahun 1988, Johan Cruyff mengambil alih kursi manajer klub. Kala itu, ia meracik dan mempertntonkan kepada dunia apa yang disebut sebagai “Dream Team”. Ia memadukan pemain spanyol seperti Pep Guardiola, Jose Mari Bakero, dan Txiki Begirstain dengan alternatif perpaduan pemain internasional seperti Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario, dan Hristo Stoichkov. Pemain-pemain ini bermain di tim senior dan dipadukan setelah mengenyam pendidikan selama sepuluh tahun di La Masia.

Di bawah asuhan Cruyff, barcelona meraih 4 titel La Liga secara beruntun dari 1991 hingga 1994., gelar UEFA Cup Winners’ Cup tahun 1989, European Cup 1992, Copa del Rey 1990, European Super Cup 1992, dan 3 trofi Supercopa de Espana. Dengan itu semua, Cruyff menjadi salah satu manajer tersukses Barcelona. Ia juga menjadi manajer terlama Barcelona, yakni selama delapan tahun.

Era Frank Rijkaard menjadi salah satu yang tak bisa dilupakan. Selain dengan sukses di Supercopa dan La Liga, sejumlah nama yang mencuat di eranya menjadi catatan berharga Barcelona. Saat itu, skuad yang diisi oleh pemain-pemain seperti Ronaldinho, Deco, Henrik Larsson, Ludovic Giuly, Samuel Eto’o, Rafael Marquez, Carles Puyol, Andres Iniesta, Xavi, Victor Valdes mencuri perhatian dunia. Terlebih Eto’o dan Ronaldinho yang dinobatkan sebagai pemain peraih FIFA World Cup Player of the World awards.

Masih segar dalam ingatan saat Barcelona di era Pep Guardiola mampu menguasai sepak bola dunia. Pep yang menangani Barcelona B ditunjuk untuk menggantikan Frank Rijkaard. Pep membawa, memperkenalkan, dan menunjukkan kepada dunia model bermain yang disebut sebagai tiki-taka. Dengan gaya bermain tersebut, Pep memulai dengan membangun skuad. Sementara Ronaldinho dan Deco dijual, Pep mulai meramu tim dengan motor Xavi hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Hasilnya terbukti cemerlang. Siapapun tak bisa melupakan ketika Barcelona meraih enam gelar bersamaan dalam satu tahun, gelar La Liga, Copa del Rey, UEFA Champions League, Spanish Super Cup, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Staf Kepelatihan FC Barcelona

Posisi Nama
Manajer Ernesto Valverde
Asisten Manajer Juan Carlos Unzue
Manajer Kedua Robert Moreno
Pelatih Pembantu Joan Barbara
Pelatih Fitnes Rafel Pol
Edu Pons
Francesc Cos
Paco Seirullo
Pelatih Kiper Jose Ramon de la Fuente
Fisioterapist Jaume Munill
Juanjo Brau
Xavi Lopez
Savi Linde
Psikolog Joaquin Valdes
Dokter Tim Ramon Canal
Ricard Pruna
Daniel Medina
Team Liaison (penghubung tim/ pemain dengan manajemen) Carles Naval

Stadion Camp Nou

FC Barcelona bermukim di Stadion Camp Nou atau dalam tata bahasa Inggris ditulis The Nou Camp. Setadion berkapasistas kurang lebih 96.336 ini dibuka tahun 1957. Hal tersebut menjadikan stadion Camp Nou menjadi yang terbesar di Eropa dan kesebelas di dunia.

Sebelum bermarkas di Nou Camp, Barcelona memainkan laga kandangnya di Camp de la Industria. Kapasitas stadion inihanya berkisar 6.000 orang. Lantas, dengan fasilitas terbatas dan jumlah anggota yang meningkat, Barcelona merasa perlu untuk berganti kandang ke stadion yang lebih besar. Tahun 1922 saja, Suporter Barcelona tercatat sudah mencapai angka 20.000. Dari dana yang diberikan suporter dengan jumlah tersebut saja, Barcelona mampu mebuat stadion yang lebih besar dari yang sebelumnya.

Stadion ini kemudian diberi nama Camp de Les Corts dengan kapasitas 20.000 penonton. Barcelona pun jelas bermukim di stadion ini. Lantas, seusai perang saudara, Barcelona mulai lebih intens menarik orang-orang untuk menjadi anggota klub. Hasilnya, jumlah anggota bertambah dan Barcelona bisa melakukan pengembangan di stadion Les Corts ini. Tahun 1944, tribun utama dibenahi. Tahun 1946, tribun selatan ikut direnovasi sapai akhirnya tahun 1950, tribun utara ikut diperbesar. Kapasitas stadion Les Corts pun mentok di angka 60.000. setelah itu, tidak ada lagi ruang atau are yang bisa dikembangkan oleh klub.

Setelah menjuarai La Liga tahun 1948 dan 1949, penonton yang hadir ke stadion semakin bertambah besar jumahnya. Efek Laszlo Kubala, sang striker, yang mencatat 196 gol dalam 256 pertandingan terus menarik perhatian publik. Dari itu, klub merasa mulai perlu stadion baru. Akhirnya, tanggal 28 Maret 1954, batu pertama diletakkan. Pembangunan stadion baru dimulai dan rampung di tanggal 24 September 1957. Stadion tersebut diberi nama Camp Nou.

Tahun 1980, Nou Camp perlu didesai ulang agar memenuhi kriteria UEFA. Untuk itu, klub membuat strategi untuk menarik suporter dalam membantu dana pembangunan. Klub kemudian menawarkan program kepada suporter dimana mereka bisa menuliskan nama mereka pada sebuah batu di stadion dengan kosek yang tak begitu besar. Program ini berhasil. Beribu suporter membayar untuk menuliskan namanya di sebuah batu. Uniknya, program ini menimbulkan kontroversi disaat sebuah media di Madrid melaporkan terdapat nama pemilik Real Madrid dan ‘Franco Supporter Sntiago Bernabeu’ pada batu berisi nama-nama suporter Barcelona tersebut.

Tahun 1992 pada perhelatan Summer Olympics, Camp Nou menjadi semakin megah dengan penambahan dua tingkat kursi penonton di bagian yang sebelumnya digunakan sebagai garis atap. Hal tersebut membuat kapasitas Camp Nou bertambah menjadi 99.354 penonton dan membuatnya menjadi yang terbesar di Eropa.

Beberapa fasilitas lainnya yang terdapat di Camp Nou adalah; Ciutat Esportiva Joan Gamper (lapangan latihan Barcelona), Masia-Centre de Formacio Oriol Tort (asrama pemain muda), Mini Estadi (rumah dari tim cadangan), Palau Blaugrana (sport arena FC Barcelona), Palau Blaugrana 2 (indor arena kedua FC Barcelona), dan Pista de Gel (ice rink-nya FC Barcelona).

Prestasi FC Barcelona

Kompetisi Tahun
La Liga 1928/1929, 1944/1945, 1947/1948, 1948/1949, 1951/1952, 1952/1953, 1958/1959, 1959/1960, 1973/1974, 1984/1985, 1990/1991, 1991/1992, 1992/1993, 1993/1994, 1997/1998, 1998/1999, 2004/2005, 2005/2006, 2008/2009, 2009/2010, 2010/2011, 2012/2013, 2014/2015, 2015/20016
Copa del Rey 1909/1910, 1911/1912, 1912/1913, 1919/1920, 1921/1922, 1924/1925, 1925/1926, 1927/1928, 1941/1942, 1950/1951, 1951/1952, 1952/1953, 1956/1957, 1958/1959, 1962/1963, 1967/1968, 1970/1971, 1977/1978, 1980/1981, 1982/1983, 1987/1988, 1989/1990, 1996/1997, 1997/1998, 2008/2009, 2011/2012, 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017
Supercopa de Espana 1983, 1991, 1992, 1994, 1996,2005, 2006, 2009, 2010, 2011, 2013, 2016
Copa Eva Duarte 1948, 1952, 1953
Copa de la Liga 1982/1983, 1985/1986
European Cup/ UEFA Champions League 1991/1992, 2005/2006, 2008/2009, 2010/2011, 2014/2015
European Super Cup/ UEFA Super Cup 1992, 1997, 2009, 2011, 2015
UEFA Cup Winners’ Cup 1978/1979, 1981/1982, 1988/1989, 1996/1997
Inter-Cities Fairs Cup 1955/1956, 1958/1959, 1965/1966
FIFA Club World Cup 2009, 2011, 2015

Lambang dan Warna Kebesaran FC Barcelona

FC Barcelona pada mulanya memiliki lambang berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat belah ketupat dengan sebuah mahkota atau biasa dikenal dengan Crown of Aragon dan gambar bat of King James (berbentuk serupa kelelawar) di atas belah ketupat tersebut. Di kedua sisi belah ketupat terdapat helai pohon laurel dan helai pohon palm. Tertulis FOOT-BALL CLUB BARCELONA 1899 di bagian dalam lingkaran dengan bentuk melingkari belah ketupat.

Tahun 1910, klub mengadakan sebuah kontes pembuatan logo atau lambang klub. Keluar sebagai pemenang adalah Carles Comamala yang juga merupakan pemain Barcelona. Lambang buatan Comamala, dengan sedikit tambahan variasi, digunakan hingga hari ini. Lambang Barcelona yang kita kenal hari ini terdiri dari St George Cross yang terletak di bagian kiri atas, bendera Catalan di bagian kanan atas, dan warna tim di bagian bawahnya.

Biru dan merah kostum Barcelona pertama kali digunakan pada tahun 1900 saat Blaugrana berhadapan dengan Hispania. Arthur Witty, putra dari presiden pertama klub, menyebutkan bahwa warna tersebut merupakan buah ide ayahnya di mana warna tersebut sama dengan warna tim Merchant Taylor’s School. Penjelasan lainnya, berdasarkan seorang penulis, Toni Strubell, warna biru merah ini berasal dari Republik pertama Robespierre. Sedangkan persepsi yang berkembang di publik Catalan menyatakan bahwa warna biru merah dipilih oleh Joan Gamper, sang pendiri klub. Sementara itu, untuk kostum away atau kostum kedua, Barcelona kerap menggunakan warna kuning atau oranye. Warna tersebut dipilih merujuk pada warna bendera Catalan.

Leave A Comment