FC Bayern Munchen

FC Bayern Munchen dikenal juga FC Bayern Munich atau FC Bayern, merupakan tim paling sukses dalam sejarah sepak bola Jerman dengan rekor 26 gelar Bundes Liga dan 18 DFB German Cup. Bahkan, sepuluh gelaran terakhir Bundes Liga, Bayern menjuarainya sebanyak lima kali.

Franz John adalah orang dibalik pembentukan FC Bayern Munchen. Ia mendirikan Bayern pada tahun 1900 bersama tujuh belas pemain lainnya. Baru di tahun 1932, Bayern merengkuh gelar pertamanya dalam perhelatan kejuaraan nasional.

Bayern meraih periode keemasannya pada era 1970-an. Kala itu, klub ini merajai Piala Eropa tiga periode secara berturut-turut, 1974-1976. Di masa ini juga, Franz Beckenbauer yang bertindak sebagai kapten mulai mensejajarkan namanya dengan pemain hebat tersohor lainnya.

Sepanjang sejarah, Bayern sudah merasakan sepuluh partai final Liga Champions. Yang terbaru adalah di tahun 2013 saat Philiph Lahm dan kawan-kawan berhasil menekuk Dortmund di laga final. Itu merupakan kelima kalinya Bayern merajai kompetisi jawara benua biru. Selain itu, Bayern Munchen telah mengoleksi satu Piala UEFA, satu Piala Winners UEFA, satu Piala Super UEFA, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA. Hal tersebut menjadikan Bayern sebagai salah satu klub Eropa tersukses di dunia.
Sebelum berkandang di Allianz Arena, selama 33 tahun Bayern memainkan laga home-nya di Olympics stadion Munchen. Tim ini baru resmi menjadikan stadion Allianz sebagai kandangnya pada musim 2005/2006.

Di musim 2015/2016, Bayern memperoleh pendapatan € 628.800.000 atau sekitar Rp 8 triliun. Dilansir dari Soccerway, pendapatan tersebut nalik lebih dari € 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Ini menjadi pendapatan terbesar dalam sejarah klub. Di musim ini juga, Bayern bertengger di posisi 2 ranking UEFA, setingkat di bawah Real Madrid. Selain sepak bola, Bayern mempunyai departemen lain untuk bidang olah raga catur, bola tangan, basket, senam, bowling, dan tenis meja.

Pemain FC Bayern Munchen

 

No Pos Pemain   No Pos Pemain
1 GK Manuel Neuer 22 GK Tom Starke
5 DF Mats Hummels 23 MF Arturo Vidal
6 MF Thiago 25 FW Thomas Muller
7 MF Frank Ribery 26 GK Sven Ulreich
8 MF Javi Martinez 27 DF David Alaba
9 FW Robert Lewandowski 28 DF Hoger Badstuber
10 MF Arjen Robben 29 FW Kingsley Coman
11 MF Douglas Costa 30 MF Niklas Dorsch
13 DF Rafinha 32 DF Joshua Kimmich
14 MF Xabi Alonso 35 MF Renato Sanches
17 DF Jerome Boateng 37 FW Julian Green
18 DF Juan Bernat 38 MF Erdal Ozturk
21 DF Philipp Lahm 40 MF Fabian Benko

 

Sejarah Klub FC Bayern Munchen

 

FC Bayern Munchen dibangun oleh tujuh belas orang yang diketuai oleh pria Berlin, Franz John. Restoran Gisela yang terletak di pusat kota Munich menjadi saksi bagaimana pada februari 1900, Bayern didirikan dengan penandatangan dokumen penetapan klub ini.
Enam tahun berselang, berdasarkan pertimbangan finansial dan kebutuhan akan lapangan, Bayern memilih bergabung dengan affluent Munchner Sport-Club (MSC) atau klub olahraga Munchner. Namun, Franz tetap menjalankan Bayern pada independensinya.

Tahun 1933 sampai 1965 merupakan masa yang sulit untuk Bayern. Setelah punggawa Bayern Simetsreiter, Goldbrunner, dan Moll bermain untuk Tim Nasional Jerman di Olimpiade Berlin 1936, Perang Dunia II pecah. Sepak bola seolah mati suri. Demikian juga dengan Bayern Munchen yang terkena imbasnya.
Pada masa sulit, Conny Heidkamp mencetak sejarah dengan menjaga seluruh pemain untuk tetap bersama meski mereka berada di tengah kondisi perang. Berkat Conny, di tahun 1945 Bayern kembali bertanding meski harus menelan kekalahan 4-3 dari FC Wacker.

Bundes Liga musim 1965/1966 merupakan awal masa keemasan FC Bayern Munchen. Meski hanya berhasil finish di tempat ke tiga, Bayern mendapatkan penghargaan tersendiri untuk sistem usia remajanya. Di masa ini, Nama Sepp Maier, Franz Beckenbauer, dan Gerd Müller melejit dan menjadi yang terbaik pada posisinya masing-masing.

Hitungan seratus tahun menjadi unik bagi Bayern. Kisah sukses awal pendiriannya, tim ini dipimpin oleh pria bernama Franz. Seratus tahun kemudian, Franz lainnya memimpin Bayern merengkuh banyak gelar sekaligus menjadi klub yang disegani. Dua nama itu memang menarik, Franz John dan Franz Beckenbauer.

Era 1990-an, FC Bayern Munchen mulai dikeal dengan istilah FC Hollywood. Itu semua tak lepas dari tindakan media yang secara intens mengekspos tim ini. Hal ini setidaknya membawa dampak positif terhadap klub, yakni fans, penonton membludak, dan banyak terjualnya atribut klub. Selain itu, sejarah yang terlahir pada masa ini adalah pergantian delapan pelatih kepala.

Tahun 1989 dan 1990, Heynckes menjuarai liga tapi gagal meraih Piala Eropa. Musim 1991/1992, Soren Lerby mengambil kendali pelatih. Di bawah kepemimpinnya, Bayern nyaris terdegradasi. Kemudian, Erich Ribbeck datang mengganti Soren dengan harapan mampu memulihkan tim. Pada 1993/1994, Ribbeck digantikan oleh Kaiser yang mampu mengantar Bayern pada gelar liga.

Setelah Kaiser, Giovanni Trapattoni datang melatih Bayern dengan pujaan fans dan media. Namun, meraih gelar di musim pertamnya terbukti tak bisa ia wujudkan. Ia hanya mampu membawa Bayern finish di urutan ke enam dan dipecundangi Ajax Amsterdam di semi final Piala Eropa.

Kursi pelatih kepala berlanjut di tangan Otto Rehhagel yang datang bersama bintang seperti Klinsmann, Herzog, dan Sforza. Namun, Rehhagel kembali dilepas pada musim semi meski membawa Bayern ke final Piala UEFA.

Franz beckenbauer kemudian mengambil alih posisi pelatih kepala untuk menghadapi final dua leg melawan Bordeaux. Bayern keluar sebagai kampiun dengan skor 2-0 dan 3-1 di leg kedua. Lalu Trapattoni kembali memimpin klub. Pada percobaan keduanya, ia berhasil mempersembahkan dua gelar untuk Bayern. Nama selanjutnya adalah Ottmar Hitzfeld. Ia memulai musim dengan cukup manis. Pria asal Lorrach ini menghadiahkan gelar Liga Jerman ke 15, Piala Jerman, dan laga final Liga Champion.

Warna Seragam Kebesaran FC Bayern Munchen

Selain pada emblem, warna kebesaran ini tentu tercermin pada kostum yang dipakai. FC Bayern Munchen di awal berdirinya memiliki warna kebesaran putih dan biru. Meski demikian, tim ini mengenakan kemeja putih dengan celana pendek hitam sampai tahun 1905. Namun, ketika kesulitan financial melanda yang memaksa Bayern bergabung ke MSC atau klub olah raga Munchner, tim ini menggunakan celana pendek berwarna merah. Seragam tim putih merah itu pun terus dikenakan dalam setiap laga Bayern.

Musim 1969/1970, Bayern memakai kostum kemeja bergaris biru dan putih serta celana pendek dan kaos kaki yang berwarna biru. Untuk pertama kalinya, di tahun 1995 Bayern muncul dengan seragam yang berwarna dominan biru. Namun, di tahun 1999, Bayern kembali dengan warna aslinya, merah. Untuk kostum tandang, Byern tercatat pernah menggunakan beragam varian warna, yakni putih, hitam, biru, dan emas salju.

Ada yang menarik dari kostum Byern di tahun 1980 dan 1990-an. Kala itu, tim ini mengenakan kostum tandang khusus saat menghadapi FC Kaiserslautern, yaitu kostum berwarna biru dan kuning Brasil. Ini tak lepas dari takhayul bahwa Bayern merasa sulit menundukkan FC Kaiserslautern di kandangnya.

Stadion FC Bayern Munchen

Stadion Grunwald dan Stadion Olympics adalah dua nama yang setia menghelat laga kandang FC Bayern Munchen sebelum akhirnya pindah ke Allianz Arena. Terletak di utara kota Munich, Allianz Arena menjadi stadion paling modern di Eropa dengan kapasitas lebih dari 70.000 penonton.

Allianz Arena di buka pada 30 Mei 2005 yang ditandai dengan pertandingan persahabatan antara TSV 1860 Munchen melawan FC Nurnberg. Stadion ini juga mendapat kehormatan untuk menghelat pertandingan pembuka Piala Dunia 2006.

Pada mulanya, Allianz Arena merupakan stadion milik dua klub Kota Munchen, FC Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen. Namun, di tahun 2010, selain dikarenakan TSV mengalami kesulitan financial, Bayern membeli penuh hak atas Allianz Arena.

Stadion Allianz Arena dirancang oleh firma arsitektur Swiss, Herzog dan de Meuron. Lapisan bagian luar yang terlihat cantik itu tersusun dari 1056 panel berbentuk belah ketupat. Masing-masingnya dapat diterangi dengan warna yang berbeda.

Jurnal Politik Cicero pernah melakukan survey dan mengatakan bahwa Allianz Arena merupakan venue favorit publik Jerman. Berdasar survey yang sama, stadion ini menjadi 10 situs paling menarik di Jerman.

Prestasi FC Bayern Munchen

FC Bayern Munchen merupakan salah satu klub terkemuka di Eropa, baik dilihat dari segi financial maupun prestasi. Di negaranya sendiri, Jerman, Bayern menjadi klub tersukses dengan koleksi trofi lokal, Eropa dan dunianya.

Dalam kompetisi lokal, hingga tahun 2016, FC Bayern Munchen tercatat telah mengoleksi 26 gelar Bundes Liga, 18 DFB German Cup, 5 German Super Cup, dan 6 League Cup.

Untuk gelaran kompetisi Internasional, Bayern berhasil meraih 5 trofi Champions League, 1 UEFA Cup, 1 UEFA Cup Winners’ Cup, 2 Intercontinental Cup, 1 Piala Dunia Antar klub, dan 1 UEFA Supercup.

Prestasi Tahun
Bundes liga

 

1931/1932, 1968/1969, 1971/1972, 1972/1973, 1973/1974, 1979/1980, 1980/1981, 1984/1985, 1985/1986, 1986/1987, 1988/1989, 1989/1990, 1993/1994, 1996/1997, 1998/1999, 1999/2000, 2000/2001, 2002/2003, 2004/2004, 2005/2006, 2007/2008, 2009/2010, 2012/2013, 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016
DFB German Cup 1957, 1966, 1967, 1969, 1971, 1982, 1984, 1986, 1998, 2000, 2003, 2005, 2006, 2008, 2010, 2013, 2014, 2016
German Super Cup 1983, 1987, 1990, 2010, 2012

 

League Cup:

 

1997, 1998, 1999, 2000, 2004, 2007
Champions League 1974, 1975, 1976, 2001, 2013
UEFA Cup 1996
UEFA Cup Winners’ Cup 1967
Intercontinental Cup 1976, 2001
Pila Dunia Antar Klub 2013
UEFA Supercup 2013

 

Organisasi dan Keuangan FC Bayern Munchen

FC Bayern Munchen adalah tim sepak bola yang dijalankan oleh perusahaan FC Bayern Munchen AG. Huruf AG sendiri merupakan singkatan Aktiengesellschaft yang berarti bahwa perusahaan ini tidak terdaftar di bursa saham publik, melainkan milik pribadi. FC Bayern Munchen AG memegang saham sebesar 75%. Sementara itu, Adidas, Audi, dan Allianz SE merupakan pemegang saham sisanya dengan besaran sama masing-masing 8,33%.

Deutsche Telekom adalah pemegang hak Jersey sekaligus mitra iklan utama Bayern. Kit utama tim ini berasal dari Adidas. Sementara itu, mitra utama lainnya adalah Audi, Coca-Cola, Lutfhansa, Nikon, Siemens, dan Sony Ericson.

Kegiatan Sosial dan Amal 

Kegiatan amal merupakan salah satu hal penting yang dilakukan oleh FC Bayern Munchen. Kegiatan sosial dan amal ini meliputi bantuan kemanusiaan mapun bantuan terhadap klub sepak bola dengan kondisi financial yang bururk.

Peristiwa sunami di Srilangka mendorong Bayern untuk membangun sebuah yayasan sosial dan amal yang mampu mewadahi segala macam ke kegiatan sosial dan amal Bayern. Kala itu, didirikan yayasan FC Bayern – Hilfe eV. Pada awalnya, yayasan ini didanai oleh pejabat dan pemain klub dengan jumlah € 600.000. Uang itu kemudian disalurkan pada pembangunan sekoolah di Marathenkerny dan pembangunan di wilayah Trincomalee, Sri Langka. Lalu, April 2007 telah diputuskan bahwa yayasan ini hanya akan fokus bergerak pada upaya dukungan masyarakat setempat yang lebih membutuhkan.

Tim rival sekota, TVS 1860 Munich adalah klub sepak boola yang telah merasakan dukungan Bayern. TVS yang mengalami krisis finansial mendapat dukungan dalam bentuk pertandingan persahabatan, transfer dengan harga yang menguntungkan, serta kucuran dana secara langsung.

Saat St Pauli terancam kehilangan lisensi klub professionalnya karena masalah keungan, Bayern turun tangan membatu klub tersebut dengan cara menghelat pertandingan persahabatan dan memberikan semua pendapatan pertandingan kepada St Pauli.

Selain itu, tim yang menjadi klub sepak bola pertama Mark Van Bomel, Fortuna Sittard juga pernah merasakan bantuan Bayern dengan cara melakukan pertandingan amal untuk tim tersebut.

Bayern juga pernah membantu Dynamo Dresden pada tahun 1993 dengan membeli pemainnya, Alexander Zickler. Saat itu, pemain tersebut dibeli dengan harga cukup besar yang dianggap sebagai subsidi untuk Dresden.

Yang terbaru, pada tahun 2013 Bayern menggelar laga amal melawan klub divisi tiga, Hansa Rostock yang terancam krisis keuangan. Keuntungan pertandingan tersebut mencapai jumlah € 1 juta dan ini cukup untuk mengamankan lisensi Hansa yang terancam dicabut.

 

Presiden FC Bayern Munich 

Tahun Nama
1900-1903 Franz John
1903-1906 Willem Hesselink
1906-1907 Kurt Muller
1907-1913 Angelo Knorr
1913-1914 Kurt Landauer
1914-1915 Fred Dunn
1915 Hans Tusch
1915 Fritz Meier
1916 Hans Bermuhler
1916-1919 Fritz Meier
1919-1921 Kurt Landauer
1921-1922 Fred Dunn
1922-1933 Kurt Landauer
1933-1934 Siegfried Hermann
1934-1935 Karl-Heinz Oettinger
1935-1937 Richard Amesmeier
1937-1938 Franz Nushardt
1938-1943 Franz Kellner
1943-1945 Josef Sauter
1945 Franz Xaver Heilmannseder
1945 Josef Bayer
1945-1947 Siegfried Hermann
1947-1951 Kurt Landauer
1951-1953 Julius Scheuring
1953-1955 Adolf Fischer

Karli Wild

Hugo Theisinger

1955-1958 Alfred Reitlinger
1958-1962 Roland Endler
1962-1979 Wilhelm Neudecker
1979-1985 Willi O.Hoffmann
1985-1994 Fritz Scherer
1994-2009 Franz Beckenbauer
2009-2014 Uli Hoenes
2014- Karl Hopfner

 

Staff dan Kepelatihan FC Bayern Munich 2016-2017

 

Nama Jabatan
Carlo Ancelotti Pelatih Kepala
Paul Clement Asisten Pelatih
Hermann Gerland Asisten Pelatih
Davide Ancelotti Asisten Pelatih
Toni Tapalovic Pelatih Kiper
Giovanni Mauri Pelatih Kebugaran
Francesco Mauri Pelatih Kebugaran
Volker Braun Dokter
Roland Schmidt Ahli Jantung
Holger Broich Kepala Kesehatan dan Kebugaran
Christian Huhn Fisioterapis
Helmut Erhard Fisioterapis
Stephan Weickert Fisioterapis
Gianni Bianchi Fisioterapis
Bernd Schosser Fisioterapis
Mino Fuico Ahli Nutrisi

 

Penghargaan Individu

 

Pemain Terbaik

Gelar Pemain Tahun
Pemain Terbaik Dunia FIFA

Gelar diberikan sejak tahun 1991

Lothar Matthaus 1991
Pemain Terbaik Dunia

Gelar diberikan sejak tahun 1982

Lothar Matthaus 1990
Pemain Terbaik Dunia Worl Soccer Magazine

Gelar diberikan sejak tahun 1982

Lother Matthaus 1990
Pemain Terbaik Eropa

Gelar diberikan sejak tahun 1956

Karl-Heinz Rummenigge 1980, 1981
Franz Beckenbauer 1972, 1976
Gerd Muller 1970
Pemain Terbaik Jeran

Gelar diberikan sejak tahun 1960

Gerd Muller 1967, 1969
  Franz Beckenbauer 1966, 1968, 1974, 1976
Sepp Maier 1975, 1977, 1978
Karl-Heinz Rummenigge 1980
Paul Breitner 1981
Lothar Matthaus
Saat di inter Milan dan Bayern Munchen
1990,1999
Oliver Kahn 2000, 2001
Michael Ballack 2003, 2005
Frank Ribery 2008
Arjen Robben 2010

 

Sepatu Emas Eropa

Pemain Tahun (gol)
Gerd Muller 1970 (28), 1972 (40)
Sepatu Emas Bundes Liga
Pemain Tahun (gol)
Mario Gomez 2011 (28)
Luca Toni 2008 (24)
Giovane Elber 2003 (21)
Roland Wohlfarth 1991 (21), 1989 (17)
Karl-Heinz Rummenigge 1980 (26), 1981 (29), 1984 (26)
Gerd Muller 1967 (28), 1969 (30), 1970 (28), 1972 (40), 1973 (36), 1974 (30)
Sepatu Emas Piala Dunia
Pemain Tahun (gol)
Gerd Muller 1970 (10)
Thomas Muller 2010 (5)

 

Kapten FC Bayern Munchen

Di musim 2016/2017, ban kapten Byern Berada di lengan Philipp Lahm. Berikut adalah kapten tim Bavarian sepanjang sejarah. Menariknya, hanya Van Bommel yang menyandang ban kapten dengan kewarganegaraan selain jerman, yakni Belanda.

Tahun Kapten
2011- Philipp Lahm
2008-2011 Mark Van Bommel
2002-2008 Oliver Kahn
1999-2002 Stefan Effenberg
1997-1999 Thomas Helmer
1994-1996 Lothar Matthaus
1991-1994 Raimond Aumann
1984-1991 Klaus Augenthaler
1983-1984 Karl-Heinz Rummenigge
1980-1983 Paul Breitner
1979-1980 Georg Schwarzenbeck
1979 Gerd Muller
1977-1979 Sepp Maier
1970-1977 Franz Beckenbauer
1965-1970 Werner Olk