FC Schalke 04

FC Schalke memiliki beberapa poin penting yang menjadi identitas dari klub ini. Poin-poin tersebut diadopsi dari anggota klub pada sebuah pertemuan umum, 3 Juni 2012. Mereka kerap menyebut ini dengan mission statement. Adapun isi dari misi tersebut :

  1. Nama dari klub ini, kini dan seterusnya, adalah Football Club Gelsenkirchen-Schalke 04 e.V.. Tim ini, sekarang dan seterusnya, akan menjadi tim yang patuh pada hukum Jerman, klub, masyarakat, dan asosiasi.
  2. Warna kebesaran klub ini sampai kapanpun akan tetap biru dan putih.
  3. The Schalker Markt adalah rumah FC Schalke. Cara pandang pemain atau pun fans terhadap Schalke dibentuk oleh akar tradisi mereka. Maka, tim ini akan tetap selamanya berbasis di Gelsenkirchen, the city of thousand fires. Adigium yang sering mereka dengungkan dengan bangga adalah, “kita adalah Schalker atau pecinta Schalke, dimanapun berada. Sebagian karena tempat kelahiran, tapi kita semua dari hati”.
  4. FC Schalke berawal dari tim pekerja tambang. Maka, tim harus mendukung supporter dari berbagai maam kalangan untuk berpartisipasi dalam kehidupan klub.
  5. Di dalam tubuh keluarga Schalke, dengan berbagaimacam struktu, setiap orang harus saling berinteraksi dengan hormat dan egaliter.
  6. Kesamaan kecintaan pada sepak bola dan Schalke 04 serta kebanggaan dala tradisinya adalah sesuatu yang membuat siapapun menjadi keluarga Schalke.
  7. Siapapun, pemain, fans, atau manajemen memberikan yang terbaik untuk Schalke.
  8. Schalker mereka menolak diskriminasi dan kekerasan. Mereka tidak mentolelir aksi rasis. Mereka justru secara aktif mengkampanyekan toleransi dan fairness.
  9. Tujuan utama mereka adalah sporting success.
  10. Mereka bercita-cita untuk menciptakan Schalke yang sukses secara berkepanjangan meski terus berganti-ganti personil. Maka dari itu, program remaja akademi mereka dipandang sangat penting untuk meraih kesuksesan berkepanjangan. Sebelas, akar dari masa depan Schalke terletak pada masalalu. The roots of our future lie in our past.

Mengenal FC Schalke melalui kesebelas poin atau mission statement ini adalah cara terbaik bagi siapapun yang ingin memahami FC Schalke 04.

Pemain FC Schalke 04

 

No Pos Pemain   No Pos Pemain
1 GK Ralf Fahrmann 5 MF Johannes Geis
30 GK Timon Wellenreuther 7 MF Max Meyer
35 GK Alexander Nubel 8 MF Leon Goretzka
4 DF Benedikt Howedes 10 MF Nabil Bentaleb
6 DF Sead Kolasinac 11 MF Yevhen Konoplyanka
14 DF Abdul Rahman Baba 17 MF Benjamin Stambouli
15 DF Dennis Aogo 18 MF Daniel Caligiuri
20 DF Thilo Kehrer 21 MF Alessandro Schopf
22 DF Atsuto Uchida 9 FW Franco Di Santo
23 DF Coke 13 FW Eric Maxim Choupo-Moting
24 DF Holger Badstuber 19 FW Guido Burgstaller
27 DF Sascha Riether 25 FW Klaas-Jan Huntelaar
28 DF Joshua Bitter 32 FW Bernard Tekpetey
29 DF Naldo 33 FW Donis Avdijaj
31 DF Matija Nastasic 36 FW Breel Embolo
40 DF Phil Neumann

 

Sejarah Tim FC Schalke 04

Pada 4 Mei 1904, sebuah tim sepak bola dibentuk oleh siswa sekolah menengah atas. Tim itu bernama Westfalia Schalke dengan warna kebesaran merah dan kuning. Namun, tim ini tidak diperbolehkan untuk ikut dalam Westdeutscher Spielverband, liga resmi di Jerman, dan memutuskan untuk bermain di ‘asosiasi liar’, awal persepakbolaan Jerman.

Tahun 1912, setelah tidak dapat bermain di liga resmi, Westfalia Schalke bergabung dengan sebuah klub gimnastik, Schalker Turnvrein 1877. Namun, merger ini hanya bertahan hingga tahun 1915 ketika SV Westfalia Schalke membangun kembali sebuah klub sepakbola yang independen, tidak tergabung dengan pihak manapun. Baru di tahun 1924, tim ini mengubah namanya menjadi FC Schalke 04.

Di tahun 1926, Schalke promosi ke kasta tertinggi liga regional, the Gauliga Ruhr. Tim kemudian melakukan terobosan dengan melakukan pembangunan stadion the Gluckauf-Kampfbahn di tahun 1928.  Lima tahun berselang, 1934, Schalke menjalani laga final German Championship. Namun, di laga pamungkas tersebut, Schalke menelan kekalahan 3-0 dari Fortuna Dusseldorf.

Baru di Tahun 1934, Schalke menjadi nomor satu di kompetisi German Championship setelah menekuk FC Nurnberg 2-1 di partai final. Kemenangn di laga final melawan Fortuna Dusseldorf pada tahun 1937 menisbatkan Schalke sebagai tim Jerman pertama yang meraih double winner.

FC Schalke mencetak kemenangan terbesar sepanjang sejarah sepak bola Jerman di final championship 1939 dengan mempercundangi Admira Vienna Sembilan gol tanpa balas. Di tahun 1958, Schalke berhasil mengalahkan Hamburg SV dengan skor 3-0 di final championship.

Tahun 1963, saat Bundesliga dibentuk, FC Schalke menjadi salah sau bagian dalam pembentukannya. Namun, di tahun 1981, untuk pertama kalinya sepanjang 55 tahun, Schalke turun kasta ke divisi dua. Tiga kali berada di kasta kedua (1981, 1983, dan 1988), di tahun 1991 Schalke kembali promosi ke Bundesliga.

Tahun 1997 adalah tahun yang manis untuk Schalke. Kala itu, tim ini berhasil memenangkan UEFA Cup setelah mengalahkan Inter Milan di Stadion San Siro. Selanjutnya pembangunan stadion ke tiga klub ini, Veltins Arena, rampung di tahun 2001. Pada masanya, stadion ini menjadi stadion paling modern di Eropa.

Stadion Sepak Bola FC Schalke 04

FC Schalke 04 bermarkas stadion veltins-Arena. Stadion yang dibangun pada awal November 1998 dan selesai di bulan Agustus 2001 ini dibangun dengan dana mencapai € 191 juta. Nama asli dari stadion ini adalah Arena AufSchalke. Veltins-Arena digunakan ketika Brewery C&A Veltins membayar hak atas nama stadion tersebut.

Stadion Veltins Arena terletak di wilayah Arenaring, Gelsenkirchen. Stadion ini mampu menampung hingga 61.482 penonton. Yang menjadi primadona adalah stadion ini memiliki atap yang bisa dibuka dan ditutup. Bahkan, dengan segala teknologi canggih dan konstruksi yang modern, stadion ini bisa disulap menjadi beberapa venyu olah raga tanpa merusak kualitas rumput lapang.

Selain atap stadion yang bisa mebuka dan menutup, Veltins arena juga memiliki beberapa terobosan yang menisbatkan dirinya menjadi stadion dengan penggunaan teknologi terdepan di dunia. Di sana ada vidiocube atau screen raksasa. Stadion ini juga mampu menyediakan stage dengan perlengkapan sound system yang baik.

Di dalam stadion, Veltins Arena memiliki empat sisi tribun. Masing-masing adalah Veltin-Nordkurve di bagian utara. Gazprom tribun untuk bagian timur. Sudukurve untuk selatan, dan Ergro tribune untuk bagian barat. Warna biru menjadi warna dominan tribun penonton. Veltins Arena juga tidak dilengkapi oleh trek lari.

Schlake 04 menawarkan jasa tur stadion Veltins Arena. Di area stadium terdapat fans shop, restoran, dan pub. Sementara itu, untuk menyaksikan Schalke berlaga di stadion ini, manajemen tim biasa menjual tiket secara online dan menyebarkannya di outlet-outlet yang tersebar di penjuru kota.

Staf Kepelatihan FC Schalke 04

Jabatan Nama
Pelatih Markus Weinzierl
Asisten Pelatih Tobias Zellner
  Wofgang Beller
Pelatih Kiper Simon Henzler
Pelatih Atletik Ruwen Faller
  Thomas Barth
Pelatih Fitnes Markus Zetlmeisl
Analis Lars Gerling
  Tobias Hellwig
Analis lawan Thomas Linzmeier
Manajer Tim Jan-Pieter Martens
Kepala Fisioterapis Thomas Kuhn
Fisioterapis Holger Remmers
  Tim Hielscher
Masseur Thomas Morus Scholl
Kitman Enrico Heil
  Holger Blumenstein
  Lars Laser

 

Pejabat Klub FC Schalke 04

Jabatan Nama
Presiden Klub Clemens Tonnies
Wakil Presiden Dr Jens Buchta
Axel Hafer
Anggota Supervisory Board Dr. Andreas Horn
Ulrich Kollmann
Surgey Kupriyanov
Peter Lang
Dr. Armin Langhorst
Dirk Metz
Heiner Tummers
Thomas Wiese

Sponsor Resmi FC Schalke 04

Schalke 04 membagi sponsor ke dalam tiga kategori, yakni sponsor utama, premium partner, dan prtner. Klub ini disokong oleh tiga sponsor utama. Mereka adalah Gazprom, Veltins dan Adidas. Untuk premium partner, di sana ada bet-at-hom, Bocklunder, Coca-cola, R+V Versicherung, Hisense, dan Tillman’s.

Ada 8 perusahaan yang mensponsori tim lewat kategori terakhir. Mereka adalah ELE, Festina, Hohe Tauern, Kumho Tire, Media Markt, Roller, Rovagnati, dan Volksbank.

Akademi FC Schalke 04

Knappenschmiede merupakan nama untuk akademi Schalke 04. Meski demikian, klub ini tak meenganggap Knappenschmiede hanya sebatas akademi sepak bola Schalke. Klub ini menganggapnya sebagi sebuah kunci dari kualitas sepak bola Jerman. Hal tersebut disebabkan karena di Knappenschmiede lah pemuda berbakat dipersiapkan dan diasah agar bisa tampil gemilang bersama Schalke, Bahkan, untuk Der Panzer kelak.

Nama-nama yang kini menjadi bintang lapangan hijau seperti Julian Draxler, Manuel Neuer, Benedikt Howedes, atau mesut Ozil adalah bagian dari kesuksesan akademi Schalke. Bahkan, keempat nama itu berhasil mempersembahkan gelar Piala Duni tahun 2014 untuk Jerman.

Akademi ini juga bertujuan untuk mengantar pemain muda berbakat ke tingkat professional. Di dalam akademi, terdapat banyak program yang mampu menunjang kesuksesan seorang pemain. Akademi Schalke juga ditangani oleh pelatih-pelatih berkualifikasi. Bahkan empat di antaranya memegang sertifikat A DFB. Tim yang ada di akademi selurhnya bermain di liga kasta tertinggi masing-masing kelompok usia.

Pemain Terhebat Abad 20 Versi FC Schalke 04

Pada tahun 2000, supporter Schalke 04 membuat voting untuk menentukan sebelas pemain terbaik abad 19. Pemain yang terpilih adalah sebagai berikut.

Pos Pemain Pos Pemain
GK Nobert Nigbur MF Ingo Anderbrugge
DF Klaus Fichtel FW Ernst Kuzorra
DF Rolf Russmann FW Reinhard Libuda
DF Olaf Thon FW Klaus Fischer
MF Marc Wilmots FW Rudiger Abramczik
MF Fritz Szepan