FSV Mainz 05

FSV Mainz 05 bernama lengkap Fusβball-und Sportverein Mainz 05 e.V., klub lebih dikenal dengan nama pendeknya dan sering dipanggil Mainz. Klub yang didirikan pada tahun 1905 ini berbasis di Mainz, Rhineland-Palatinate. Mainz telah berlaga di Bundesliga selama tujuh tahun berturut-turut, dimulai sejak musim 2009/2010. Eintracht Frankfurt dan FC Kaiserslautern merupakan rival sekota tim ini.

Dalam kiprahnya, Mainz sealu berpegang pada filosopinya bahwa kunci kesuksesan tim bukan sekedar di lapangan, melainkan ada di kehidupan klub seutuhnya. Dan itu terbukti pada kiprahnya di Bundesliga. Main mampu mengarungi liga dalam keadaan finansial yang baik, kekuatan komunitas, aktivitas amal yang tak terhingga, dan kepemimpinan hebat yang berkepanjangan.

Dalam perjalanannya, Mainz sempat dua kali kehilangan kesepatan emas untuk promosi ke Bundesliga. Namun itu tak membut tim ini berhenti. Justru, mereka mendapat simpati dari fans. Maka, ketikadi  tahun 2004 Mainz berhasil melangkahkan kakinya di kasta tertinggi sepak bola jerman, bukan hanya penduduk seisi kota yang berdiri di belakang tim, melainkan hampir seluruh pecinta sepak bola jerman. Begitulah sedikit kisah membanggakan bagaimana tim ini menembus Bundesliga yang dihantar dengan jutaan apresiasi.

Sepanjang sejarah, Mainz telah berbenah diri agar berdiri untuk menjadi tim sepak bola professional dengan kondisi finansial yang stabil. Sejak Mainz berubah menjadi institusi bisni sepak bola professional di tahun 1990, dukungan dari tanah kelahirannya terus beranjak naik tiap tahunnya. Hasilnya, dengan luar biasanya kultus sepak bola terbangun di Mainz. Itu juga buah dari kedekatan dengan fans yang mendampingi sejak klub terseok-seok agar bisa promosi ke Bundesliga.

Nama-nama seperti Jurgen Klopp, Martin Schmidt, dan Tomas Tuchel pernah menahkodai Mainz. Urusan gelar, mesti diakui bahwa tim ini belum begitu banyak mengumpulkan trofi. Namun, perlu dicatat, tahun 2005, Mainz sanggup menjadi tim Fair Play UEFA. Selain itu, di tahun 2009, mainz mampu sampai di semi final DFB-Pokal. Piala yang ada di rak Mainz jelas merupakan piala kasta kedua ketika mereka berhasil meraihnya dan promosi ke Bundesliga.

Pemain FSV Mainz 05

No Pos Pemain   No Pos Pemain
1 GK Jonas Lossl 25 MF Ean-Philippe Gbamin
33 GK Jannik Huth 38 MF Gerrit Holtmann
46 GK Florian Muller 45 MF Suat Serdar
16 DF Stefan Bell 8 MF Levin Oztunali
18 DF Daniel Brosinski 7 MF Robin Quaison
19 DF Marin Sverko 6 MF Danny Latza
26 DF Niko Bungert 11 FW Emil Berggreen
24 DF Gaetan Bussmann 15 FW Jhon Cordoba
2 DF Giulio Donati 21 FW Karim Onisiwo
3 DF Leon Balogun 9 FW Yoshinori Muto
42 DF Alexander Hack 36 FW Aaron Seydel
10 MF Bojan Krkic 32 FW Pablo De Blasis
22 MF Andre Ramalho 17 MF Jairo Samperio
20 MF Fabian Frei

 

Sejarah FSV Mainz 05

Tahun 1905 lahir sebuah klub bernama Mainzer Fussballclub Hassia 1905. Klub ini kemudian bergabung atau merger dengan FC Hermannia 07 dan berubah nama menjadi Mainzer Fussballverein Hassia 05. Selepas Perang Dunia Pertama, tim yang baru terbentuk itu pun kembali melakukan merger dengan Sportverein 1908 Mainz di tahun 1919. Lantas dicetuskanlah nama baru menjadi Mainzer Fussball-und Sportverein 05.

Di awal era 1930-an, Meinzer ikut serta dalam Gauliga Sudwest, satu dari enam belas divisi liga   bentukan organisasi sepak bola Jerman. Namun mereka hanya mampu bertahan satu musim. Lalu, di tahun 1938, klub ini bergabung dengan Reichsbahn SV Mainz dan berlaga sebagai Reichon SV Mainz 05 hingga akhir Perang Dunia II.

Perjuangan FSV Mainz 05 hingga bisa tampil di Bundesliga tidaklah mudah. Mereka harus berjuang berpuluh-puluh tahun. Kala itu, setelah perang usai, Mainz berlaga di Germany’s Oberliga Sudwest. Namun, harapan untuk promosi ke kasta yang lebih tinggi tak kunjung datang karena mereka hanya mampu bertengger di papan tengah di setiap akhir musimnya.

Bermain di kasta kedua, mainz sempat penuh harap di tiga musim liga, yakni musim 1996/1997, 2001/2002, dan 2002/2003. Di tiga musim itu, Mainz hampir finis di zona promosi. Tim ini sempat mendapat penghargaan meski tak lolos promosi ke Bundes liga. Kala itu, Mainz menjadi the best non-promoted team di kasta kedua liga dengan mengumpulak 64 poin di akhir musim.

Perjuangan dan kegigihan Mainz akhirnya terbayar di tahun 2003. Di bawah arahan Jurgen Klopp, Mainz akhirnya berhasil promosi ke Bundesliga musim 2003/2004. Kemudian, tim bermain dalam top performa selama tiga musim selanjutnya. Namun, mainz mesti kembali terdegradasi di musim 2006/2007. Tak begitu lama berselang, tim ini kembali promosi di musim 2008/2009.

Musim 2010/2011 adalah era yang cukup manis bagi Mainz. Mereka mampu finis di urutan kelima sekaligus mengamankan tiket UEFA Europa Leage. Meski ini ajang Eropa kedua bagi mainz, tim ini harus tersingkir di babak kualifikasi.

Stadion FSV Mainz 05

Selama 74 tahun, FSV Mainz 05 bermarkan di Bruchwegstadium, sebuah stadion sederhana yang eksis pasca peperangan. Stadion ini baru dilengkapi dengan papan skor elektronik pada era 1990-an.

Baru di tahun 2011, Mainz mulai memainkan semua laga kandangnya di Coface Arena, disebut juga Opel Arena berdasarkan kesepakatan kerjasam dengan perusahaan Opel. Stadion ini berkapasitas 34.034 penonton. Stadion ini mengganti stadion terdahulunya, am Bruchweg, dengan desain yang terkesan menyerupai tribun tradisional stadion Inggris semisal the kop atau the Stretford. Dari luar, gapura besar berwarna merah menjadi frame dari tribun stadion.

Coface Arena merupakan salah satu stadion terbaru di Bundesliga. Stadion ini resmi dibuka pada 3 Juli 2011 dengan menghelat turnamen pramusim yang diikuti oleh Borussia Dortmund, Hamburg SV, FCBayer Munich, dan Mainz. Turnamen tersebut berlangsung beberapa pekan.

Sebelum pembangunan, jajaran klub sebetulnya berpikir keras tentang lokasi pembangunan stadion. Ada beberapa pilihan kala itu; membangun ulang di atas Bruchwegstadion, di area hartberg-Munchen atau berekspansi sejauh 2 kilo meter ke Gonsenheim district. Piliha ketiga tentu menjadi yang paling memungkinkan.

Pembangunan Stadion menghabiskan dana sekitar € 60 juta. Kini, Coface Arena dikenal sebagai Pintu Gerbang Kota dikarenakan aksesibilitasnya. Dan hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi jajaran klub untuk memutuskan di mana lokasi stadion dibangun.

Akademi Junior FSV Mainz 05

Akademi sepak bola Mainz dihuni oleh lebih dari 250 anak dan remaja. Keseluruhannya terdapat 12 tim, termasuk tim U-23.  Akademi Mainz dilatih oleh pelatih berlisensi. Di samping sepak bola, Akademi mainz sangat konsen terhadap pengembangan karakter dan kepribadian setiap siswanya

Akademi mainz bekerja sama dengan beberapa sekolah guna mengkombinasikan pendidikan yang bermutu dan latihan yang ideal. Sebagian sekolah digelari sebagai sekolah olahraga elit oleh German Fottball Association (DFB). The ‘Kolping Haus” menyediakan asrama agi pemain muda di Mainz. Di asrama, mereka berada di bawah pengawasan staf pelatih pedagogis.

Pelatih FSV Mainz 05

Tahun Pelatih   Tahun Pelatih
1933-1935 Paul Osswald 1992-1994 Josip Kuze
1946-1948 Helmut Schneider 1994-1995 Hermann Hummels
1950 Berno Wischmann 1995 Horst Franz
1950-1952 Hans Geiger 1995 Manfred Lorenz
1952-1953 Georg Bayerer 1995-1997 Wolfgang Frank
1953-1954 Emil Izso 1997 Manfred Lorenz
1959-1966 Heinz Baas 1997 Reinhard Safting
1967-1968 Erich Baumler 1997 Manfred Lorenz
1971-1974 Berns Hoss 1997-1998 Dietmar Constantini
1974 Uwe Klimaschefski 1998-2000 Wolfgang Frank
1974-1975 Gerd Menne 2000 Dirk Karkuth
1975 Gerd Higi 2000 Rene Vandereycken