Getafe

Getafe Club de Futbol atau yang lebih dikenal cukup dengan Getafe merupakan klub professional yang di musim 2017/2018 mendatang bakal berkompetisi di kasta teratas sepak bola Spanyol, La Liga. Musim sebelumnya, Getafe sukses bertengger di posisi ketiga tabel klasemen Segunda Division. Oleh karenanya, Getafe berhak untuk promosi melalui laga play-offs. Getafe adalah klub yang berbasis di salah satu area metropolitan Madrid, Getafe. Klub ini didirikan 33 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 8 July 1983, termasuk klub yang berusia muda. Namun sesungguhnya, sejarah klub bisa dirunut hingga tahun 1946. Dalam istilahnya, tahun 1983 adalah tahun pendirian ulang klub. Hal ini bakal dibahas lebih lengkap di bagian sejarah klub.

Getafe memainkan seluruh laga kandangnya di Coliseum Alfonso Perez yang dibangun pada tahun 1998 dan hingga kini, stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 17.393 penonton. Klub berjuluk Azulones (the deep blues) atau yang juga sering disapa E Geta ini memiliki tensi rivalitas tinggi dengan Leganes yang berbasis tak jauh dari Kota Getafe. Sepanjang sejarah klub, tercatat, Getafe telah mengarungi 12 musim La Liga, 7 musim Segunda Division, 11 musim Segunda Division B, semusim Tercera Division, dan 3 musim di Categorieas Regionales. Untuk urusan prestasi, trofi Segunda Division B-Group 1 pernah direngkuh Getafe di musim 1998/1999. Selain itu, Getafe hampir menjadi juara Copa del Rey di dua pagelaran, musim 2006/2007 dan 2007/2008, andai tidak dikalahkan di partai finalnya.

Getafe mengenakan kostum tradisionalnya, dalam artian kostum yang sama sedari kelahiran klub, yang berwarna biru tua berpadu dengan garis kecil putih dan merah. Secara umum, kostum away mereka berwarna merah. Meski demikian, warnanya kadang berubah dan kemungkinan untuk berubah selalu ada. Joma adalah apparel paling anyar klub. Di jersey Getafe pernah bertengger brand-brand sponsor klub seperti Tecnocasa, Confremar, Burger King, Grupo Galco, PSG, dan Opcion. Untuk presiden klub, berikut adalah nama-namanya berurutan dari yang teranyar; Angel Torres, Domingo Rebosio, Felipe Gonzalez, Fransisco Flores, dan Antonio de Miguel.

Skuad Getafe

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Alberto Garcia 15 DF Fransisco Molinero
2 DF Carlos Pena 16 DF Cala
4 MF Alejandro Faurlin 17 DF Nicolas Gorosito
6 DF Cata Diaz 19 FW Jorge Molina
7 FW Emi Buendia 20 MF Dani Pacheco
8 MF Medhi Lacen 22 DF Damian Suarez
10 FW Stefan Scepovic 25 MF Sergio Mora
11 FW Chuli DF Rolf Feltscher
12 MF Fransisco Portillo MF Johanes van den Bergh
13 GK Vicente Guaita MF Karim Yoda

 

Sejarah Getafe

Getafe Football Club didirikan pada tahun 1924 yang kala itu, dari tahun 1928 hingga 1932, hanya bermain di divisi bawah. Seusai perang saudara Spanyol, tahun 1945, tokoh-tokoh Getafe seperti Enrique Condes Garcia, Aurelio Miranda Olavaria, Antonio Corridor Lozano, Manuel Serrano Vergara, dan Miguel Cubero Frances melakukan pertemuan dan memutuskan untuk membentuk klub lokal. secara resmi, klub tersebut dibentuk tanggal 24 Februari 1946. Klub tersebut diberi nama Club Getafe Deportivo.

Club Getafe Deportivo kemudian secara resmi bekandang di Campo del Regimiento de Artilleria. Tak lama berselang, mereka pindah ke San Isidro, terletek di dalam wilayah komplek olah raga San Isidro. Di sana, Getafe mencatat perkembangan dengan mampu promosi ke divisi tiga berkenaan dengan kemenangan mereka atas CV Villarrobledo di musim 1956/1957. Musim berikutnya, Getafe mencetak promosi lagi ke Segunda. 2 September 1970, Getafe melangsungkan laga inagurasi di stadion milik klub sendiri setelah kembali promosi ke Tercera Division. Enam tahun kemudian Getafe untuk pertama kalinya naik kasta ke divisi dua.

Getafe bermain selama enam musim di Segunda Divisio. Dari tahun 1976 hingga 1982, klub ini selalu finis di bawah peringkat kesepuluh. Tahun 1978, Getafe berkesempata menjajal kekuatan Barcelona pada ajang Copa del Rey babak 16. Di leg pertama, Getafe bermain di kandang dan mereka mampu menahan imbang Blaugraa dengan skor 3-3. Sayangnya, di Cmp Nou, gawang Getafe di bredel 8 gol tanpa mampu mencetak satu gol pun. Pernah terjadi di musim 1981/1982 ketika para pemain tidak mendapat gaji sebagai mana mestinya. Atas insiden tersebut, Getafe harus didegradasi ke level di bawahnya. Tanggal 1 September 1976, klub baru dibentuk di National Sports Council and Regional federation of Castille. Klub tersebut diberi nama Pena Madridista Getafe. Klub ini lantas berlaga di berbagai divisi dalam kurun beberapa musim sebelum akhirnya berubah namanya menjadi Club Deportivo Pena Getafe dan bekompetisi selama dua musim dengan nama baru tersebut. Selanjutnya, dalam sejarah klub tercatat berlangsung sebuah proses merger. Dari merger tersebut, klub dengan nama Getafe Club de Futbol secara resmi dibentuk pada tanggal 8 Juli 1983. Klub ini merupakan Getafe yang kita kenal saat ini.

Getafe baru pada mulanya bermain di liga regional musim 1983/1984 dan mencetak promosi secara berturut-turut selama empat musim hingga akhirnya Getafe mampu menembus Segunda Division B. musim 1994/1995, klub mengawali periode barunya dengan berkompetisi di  Segunda dan mereka mampu bertaha di sana selama dua musim. Beberapa musim ke depanya, Getafe bahkan harus bersusah payah berkompetisi yang hasilnya tetap, klub ii terdegradasi hingga divisi empat, Tercera Division. Meski demikian, tetap saja di masa itu, tahun 1998, Coliseum Alfonso Perez yang klub gunakan sebagai kandang hingga hari ini dibangun.

Getafe mampu kembali ke Divisi Dua di musim 1999/2000. Di musim 2001/2002, klub kembali mencetak promosi ke level yang lebih atas. Sayangnya saat itu, salah seorang pemain Getafe, Sebastian “Sebas” Gomez terbunuh. Di saat itu pula terjadi kontroversi ketika klub terlilit utang dan menunggak gaji pemainnya hingga 3 juta Euro. Setelah itu, klub yang tengah dirudung masalah mulai berkonsolidasi dan meyelesaikan sedikit demi sedikit masalahnya. Musim 2003/2004, Getafe mencatat musim fantastis diSegunda. Klub ini memuncaki tabel klasemen hampir setahun itu. Di pekan terakhir, Getafe melakoni laga tandang ke Canari Islands dan memastikan tiket promosi ke La Liga untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Di pertandingan away tersebut, secara mengharukan, Getafe mampu menekuk Tenerife dengan skor 5-3. Semua gol Getafe dicetak oleh Sergio Pachon.

Tampil di kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga, bukanlah perkara mudah. Getafe memulai musim 2004/2005 denga berada di posisi juru kunci tabel klasemen. Menang di kandang atas Espanyol, Athletic Bilbao, Valencia, dan Real Madrid, serta hanya satu kemenangan di laga away mengantarkan Getafe finis di posisi 13 dan menjadikannya klub promosi yang mampu menghindari degradasi. Di akhir musim yang sama, Getafe kehilangan manajer klub, Flores dan beberapa pemainnya yang hijrah ke klub rival. Musim berikutnya, Getafe sempat menghuni papan atas tabel klasemen sebelum akhirnya tergelincir dan karena inkonsistensi, klub finis di posisi kesembilan. Sepanjang perhelatan Piala Dunia 2006, pemain kelahiran Argentina, Mariano Pernia menjadi pemain Getafe pertama yang menjadi bagian tim nasional Spanyol sebelum akhirnya ia sendiri meninggalkan Getafe dan bergati kostum Atletico Madrid.

Musim 2006/2007, Getafe kembali mengakhiri musim dengan bertengger di posisi kesembilan tabel klasemen. Sepanjang musim, Getafe menyarangkan 33 gol. Sementara itu, kipper mereka, Roberto Abbondanzien dianugerahi Zamora Trophy berkat catatan 12 clean sheets. Torehan tertinggi klub di musim itu adalah prestasi mereka menembus partai final Copa del Rey 2006/2007, kompetisi di mana Getafe yang sebelumnya tak pernah mampu mencapai babak perempat final sekalipun. Menariknya, tibanya Getafe di babak final tidak pernah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, lawan yang dihadapi Getafe di semi final adalah klub raksasa Spanyol, FC Barcelona. Getafi sukses menumbangkan Barcelona 4-0 di Coliseum Alfonso Perez setelah di leg pertama kalah dari Blaugrana 5-2. Namun sayang, Getafe gagal mengangkat trofi Copa del Rey setelah Sevila meundukkan mereka 1-0 di Santiago Bernabeu Stadium. Di musim berikutnya, Getafe menjajal kompetisi Eropa, UEFA Cup, berkenaan denga posisi final mereka di tabel klasemen La Liga.

Tentang rivalitas, Getafe, selayaknya sebuah klub sepak bola, tak lepas dari rivalitas dengan klub lainnya. Entah rivalitas itu disulut oleh prestasi, wilayah, atau suporter masing-masing klub. Sejarahnya, berkeaan dengan kesamaan basis area klub, Getafe menjalin hubungan rivalitas yang cukup segit dengan Leganes. Mereka bermain di banyak laga yang mayoritasnya terjadi di divisi bawah. Di Divisi Satu, Getafe telah melakoi banyak pertandingan dengan Real Madrid di mana ledger menjadi yang paling terkenal di tiga kemenangan klub. Sebagai tambahan, Getafe telah membangkitkan nuansa rivalitas dengan Barcelona ketika Getafe ampu menumbangkan klub asal Catalan itu dengan skor yang cukup besar 4-0 di ajang Copa del Rey 2006/2007 babak semi fial.

Staf Kepelatihan dan Direksi Getafe

Posisi Nama
Presiden Klub Angel Torres Sanchez
Wakil Presiden Agustin Clemente Alonso
Manajer Jose Bordalas
Asisten Manajer Javier Casquero
Pelatih Kiper Emilio Lopez
Pelatih Fitnes Oscar Garcia Hermo

 

Stadion Coliseum Alfonso Perez

Getafe bermarkas di Coliseum Alfonso Perez. Total luas lapang stadion ini adalah 105 x 70 meter. Stadion ini dibuka tanggal 1 Januari 1998 dan diberi nama Alfonso Perez, seorang legenda sepak bola Spanyol dan Real Madrid. Coliseum Alfonso Perez mampu menampung hingga kurang lebih 18.000 penonton.

Sebelum bermukim di Coliseum Alfonso Perez, Getafe melakoni semua laga kandangnya di Estadio de las Margaritas, bagian dari Sports City of Las Margaritas. Colieseum Alfonso Perez ini kemudian dibangun sebagai bentuk peluasan atau pengembangan dari fasilitas Las Margaritas yang jauh lebih kecil. Sejak pembangunan itu, stadion mendapatkan banyak renovasi, penambahan jumlah kapasitas penonton  dan tribun. Getafe secara umum menggunakan stadion ini untuk menghelat laga lokal melawan Real dan Atletico Madrid yang kemudia setelah berkompetisi membuatnya menjadi stadion yang cukup dikenal di Sanyol. Apalagi setelah Getafe menembus La Liga. Bahkan, stadion ini mendapat perhatian cukup besar ketika laga Semi final Copa del Rey 2006/2007 melawan Barcelona di helat di sini. Laga melawan Barcelona mencatat sejarah tiket pre order terjual habis dan yang kedua kalinya terjadi saat Getafe berhadapan dengan Bayer Munich dalam pagelaran UEFA Cup babak perempat final.

Presiden Getafe, Angel Torres mengindikasikan ketertarikannya untuk mengembangkan Coliseum menjadi lebih besar lagi dengan mampu menyediakan 20.000 kursi penonton berkenaan dengan tawaran Madrid untuk 2012 Olympic Games. Sayangnya saat itu, tawaran tersebut gagal dan beberapa alasan lainnya membuat pembangunan ulang stadion menjadi berada dalam kondisi ketidakpastian. Untuk latihan, skuad Getafe menggunakan Getafe Sports city. Fasilitas di sana termasuk beberapa lapang dengan model rumput asli dan sintetis. Di sana juga dilengkapi dengan fasilitas bangunan medis dan fasilitas pemulihan bagi pemain yang baru dibekap cidera.

Prestasi Getafe

Kompetisi Tahun
Runner Up Copa del Rey 2006/2007, 2007/2008
Juara Segunda Division B-Group 1 1998/1999

 

Suporter Getafe

Getafe memiliki basis supporter yang besar. Pada umumnya, supporter Getafe ini biasa menyebut dirinya sebagai Marea Azul atau Azulones. Sementara itu, Azulones ini membuat kolompok supporter masing-masig untuk mengorganisasikan diri mereka. Tak kurang, ada 18 penas atau kelompok supporter Getafe dan 12.000 socios atau associates. Mantan pemain Real Madrid, Francisco Pavon, merupakan salah seorang socios Getafe yang palig terkenal.

Suporter Getafe telah tumbuh di luar area Getafe sendiri, melainkan tersebar hingga ke wilayah Australia, Swedia, Finlandia, Argentina, Scotlandia, Denmark, Amerika, bahkan Mexico. Sebagai tambahan, tahun 2007, a pena atau supporter klub Getafe didirikan di Venezuela. Getafe juga membuat kontroversi di tahu 2007 ketika di musim itu mereka membuat kampanye penjualan tiket yang mana mereka memasukan unsur-unsur kitab suci agama kristian, Abraham, Moses, dan pengorbanan Jesus ke dalam kampanye tersebut.

Sejak Getafe meraih kemenangan yang palig fenomenalnya, supporter Getafe merayakannya di Cibelina Statue, di tengah kota. Ya, itu adaah perayaan final Cup 2007. Torres, sang presiden, membawa supporter Getafe ke dalam tangisa Cibelina di saat kemenangan tersebut sukses diraih Getafe. Selama laga final tersebut, jutaan supporter berebut tiket Santiago Bernabeu sebagai venue partai puncak tersebut. Getafe juga terkenal dengan kelompok kecil Ultrasnya yang menyebut dirinya dengan nama Comandos Azules atau dalam bahasa Inggris berarti “blue commandos”.

Leave A Comment