Guardiola Tak Bisa Datangkan Dele Alli

Guardiola Pelatih Manchester City menyatakan bahwa klubnya tak akan mendatangkan Dele Alli dari Tottenham Hotspur pada musim depan. Karena itu, Pep meminta manajer Mauricio Pochettino untuk tenang soal masa depan Alli di White Hart Lane.

Slot bola mendapatkan kabar Man City ingin merekrut Alli muncul dari pernyataan mantan pemain Barcelona, Xavi Hernandez. Dia menilai bahwa Alli secara teknik merupakan pemain yang disukai Pep. Pernyataan Xavi membuat Pochettino meradang. Dia menilai Xavi sedang berusaha mengacaukan harmoni di tubuh Spurs.

Pep pun lalu bersuara untuk meluruskan kabar tersebut. Menurutnya Pochettino harus tetap tenang. Dele Alli akan tetap menjadi pemainnya pada musim depan. Guardiola pastikan itu.

Pep Guardiola tidak menyangkal Alli adalah pemain fantastis. Di mata pelatih asal Spanyol tersebut, Alli adalah pemain terbaik yang pernah di lihatnya. Namun, menurutnya judi bola online terpercaya dengan Manchester City tidak menginginkan Dele Alli. Performa Alli sungguh luar biasa pada musim ini. Pemain berusia 21 tahun tersebut telah mengemas 20 gol di semua kompetisi pada musim ini.

Selain Dele Alli, N’Golo Kante Juga Lumayan

N’Golo Kante dinobatkan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (AFP) sebagai Pemain Terbaik 2017 pada Minggu (23/4/2017). Penghargaan itu tak lepas dari performa apik Kante saat mengantarkan Leicester City menjuarai Premier League musim lalu.

N’Golo Kante sukses mengalahkan kandidat lainnya, yakni Eden Hazard ( Chelsea), Harry Kane ( Tottenham Hotspur), Romelu Lukaku (Everton), Zlatan Ibrahimovic ( Manchester United), dan Alexis Sanchez ( Arsenal).

Konte mengatakan bahwa dipilih oleh para pemain untuk menjadi pemain terbaik memiliki arti besar untuk dirinya. Menurutnya ini adalah dua musim yang indah. Pertama bersama Leicester City dan sekarang dengan Chelsea. Sebuah kehormatan besar bisa menjadi pemain terbaik.

Pesepak bola berkepala plontos ini juga berbicara terkait kepindahan dari Leicester ke Chelsea. Dia pun mesti beradaptasi dengan strategi baru. Ada perbedaan cara bermain. Namun, dengan manajer dan para pemain Chelsea, semuanya menjadi mudah karena dia bekerja keras untuk tampil bagus di setiap pertandingan. Pemain kelahiran Paris, Prancis, ini mengutarakan karakter manajer Chelsea, Antonio Conte.

Kante menyatakan Conte tahu apa yang dia inginkan dari para pemain. Dia mau menang dan Kante bekerja sangat, sangat, sangat keras di sesi latihan untuknya. Conte juga menanamkan mentalitas pemenang ke dalam skuat dan semuanya ingin memberikan yang terbaik untuk tim dan membawa Chelsea memenangi gelar.

Kante menjadi pemain pertama yang mendapatkan titel Pemain Terbaik dari PFA sejak Thierry Henry ( Arsenal) pada 2004.

Hal ini tak lepas dari kemampuan dia dalam melepaskan 1.676 operan tepat sasaran, memenangi 73 tekel, dan melakukan 72 intersep dari 31 pertandingan di Premier League.

Kante berada dalam jalur untuk menjadi pemain pertama yang sukses merebut trofi Premier League dua tahun beruntun dengan tim berbeda sejak terakhir kali dilakukan oleh Eric Cantona (Leeds United 1992 dan Manchester United 1993).