Gustavo Poyet Inginkan Diego Costa

Gustavo Poyet mengatakan ia akan dengan senang hati merekrut Diego Costa dari Chelsea, namun hal tersebut sepertinya bakal terganjal aturan baru Liga Super Tiongkok terkait pemain asing. Mantan gelandang The Blues itu kini menjadi manajer Shanghai Shenhua dan ia saat ini memiliki skuat yang diperkuat pemain macam Obafemi Martins, Freddy Guarin, dan Carlos Tevez.

Slotbola memantau tidak ada lagi ruang untuk pemain asing lainnya dalam tim, mengingat tiap klub hanya bisa menurunkan tiga pemain asing dalam satu lapangan. Hal tersebut membuat klub kecil kemungkinan bakal mendatangkan Costa, meski rumor yang belakangan ini beredar mengatakan sebaliknya.

Poyet akan senang merekrutnya, namun itu akan sulit untuk karena jumlah pemain yang dimiliki. Ada tiga yang bermain. Akan ada perubahan besar dalam struktur klub agar dan semoga bisa mendatangkan Diego kesana.

Agen bola ibcbet online melihat dia tidak tahu apakah ini akan terjadi. Dia takkan pernah bilang ‘tidak’, namun dia hanya akan bilang bakal sulit baginya untuk datang ke sini.

Gustavo Poyet Sebut Gareth Bale Impresif

Gustavo Poyet eks gelandang timnas Uruguay menyebut Gareth Bale sebagai pemain yang eksplosif seperti mantan bek kiri timnas Brasil, Roberto Carlos.

Bale dahulu menimba ilmu di akademi sepakbola Southampton. Ia kemudian naik pangkat ke tim senior pada musim 2006-2007. Di awal-awal karir sepakbola profesionalnya, pemain asal Wales ini bermain sebagai wing back.

Namun setelah pindah ke Tottenham, Bale akhirnya berganti posisi. Pada musim 2010-11, ia akhirnya dimainkan sebagai seorang winger kiri oleh manajer Spurs saat itu, Harry Redknapp. Sejak saat itulah kemampuannya sebagai seorang penyerang berkembang pesat berkat kreativitas dan kekuatan fisik yang dimilikinya dan ia pun akhirnya dipinang oleh Real Madrid pada musim panas 2013.

Kemampuan Bale ini ternyata mengingatkan Poyet pada bek kiri legendaris Madrid asal Brasil, Roberto Carlos. Dia datang dengan potensi fisik yang besar dan bisa berlari di seluruh area sayap – seperti Roberto Carlos muda dahulu.

Juande Ramos (manajer Spurs di musim 2007-08) berusaha meyakinkan dirinya untuk bermain lebih jauh ke depan, tapi ia ingin menjadi full-back, dengan banyak ruang di depan untuk dieksplorasi.