Keylor Navas Mulai Dicintai Real Madrid

Keylor Navas, penjaga gawang Real Madrid, tampaknya sudah mendapatkan tempat di hati rekan-rekan satu  timnya. Bahkan bisa dibilang kiper ini mulai dicintai oleh pemain Madrid lainnya.

Tak bisa dipungkiri, Keylor Navas berperan besar dalam mengantarkan Los Blancos meraih gelar Liga Champions musim 2016-2017 ini. Dalam laga final kontra Juventus pada tanggal 3 Juni 2017 lalu, ia berhasil megukir dua penyelamatan penting yang berhasil membantu timnya menang dengan skor 4-1. Salah satunya adalah saat ia berhasil menyelamatkan gawang dari tembakan keras Miralem Pjanic.

Selain itu Navas juga berhasil mengantarkan El Real ke tangga juara La Liga atau kasta tertinggi Liga Spanyol.  Kiper asal Kosta Rika ini tercatat menorehkan 73 penyelamatan dan lima cleansheet dalam 27 penampilannya dalam kancah domestik tersebut.

Karena itu tak heran bola lantas rasa percaya para penghuni ruang ganti pada penjaga gawang berusia 30 tahun tersebut menjadi tumbuh makin kuat. Berdasarkan laporan Marca yg agen bola dapatkan, para pemain Madrid meminta manajemen klub untuk mempertahankan Keylor Navas di tim.

Sumber serupa juga menyebutkan  bahwa hal serupa juga diharapkan oleh pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Sang pelatih ingin Keylor Navas bertahan di Santiago Bernabeu.

Keylor Navas Sempat Dicaci, Namun Kini Berbeda

Keylor Navas sempat mendapat sorotan tajam lantaran performa buruknya di bawah mistar gawang. Bahkan ia tercatat melakukan lima blunder pada musim ini. Jumlah kesalahan sang kiper ini pun adalah yg terbanyak di skuad Los Galacticos. Tak heran bila ia lantas diibaratkan sebagai tukang blunder.

Bahkan, mantan pemain Levante ini nyaris dijual ke Manchester United sebagai paket transfer David De Gea pada musim panas 2016 lalu. Namun pertukaran itu batal terlaksana karena terjadi kesalahan administrasi pada detik-detik penutupan bursa transfer.

Navas tercatat bergabung ke Santiago Bernabeu dari Levante pada musim panas 2014 lalu. Bintang tim nasional Kosta Rika tersebut diketahui masih terikat kontrak hingga tahun 2020 mendatang.

Belakangan juga diketahui fakta menarik dari penjaga gawang nomor satu Los Blancos tersebut. Tampil gemilang sebagai kiper baik di level klub atau pun di level internasional, ternyata Keylor Navas pernah menjadi seorang striker.

Hal ini terjadi saat Navas masuk ke akademi sepak bola Saprissa di negara asalnya, Kosta Rika. Pada saat itu sebenarnya Navas ingin menjadi penjaga gawang, akan tetapi pelatih menempatkan sebagai seorang penyerang.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Roger Mora, pelatih Navas di Saprissa. Menurutnya sang pemain selalu ingin menjadi seorang kiper, namun di saat bersamaan ia juga memiliki kualitas bagus untuk menempati posisi sebagai seorang penyerang. Lebih lanjut, Mora menjelaskan bahwa Keylor Navas memiliki teknik bagus, kuat dan bertipe penyerang nomor 9.

Kualitas Navas sebagai seorang juru gedor juga diakui oleh mantan kiper timnas Kosta Rika, yaitu Francisco Porras. Pemain yang pernah membela tim senior Saprissa dai tahun 19996 hingga 2000 tersebut menyebutkan bahwa Navas adalah yang terbaik di  timnya saat itu, terutama saat ia bermain sebagai striker.

Namun kisah hidup Navas berubah drastis saat usianya menginjak angka 17 tahun. Dalam sebuah sesi latihan tanding melawan staf kepelatihan Saprissa, ia diminta untuk menjadi kiper dan tampil sangat mengesankan.

Sejak saat itu, posisi Navas tak lagi di kotak penalti lawan, akan tetapi di bawah gawang. Keylor Navas pun tercatat sebagai kiper utama tim senior Saprissa selama dua tahun, 2008 hingga 2010. Selama bermain bersama klub bersangkutan, Navas telah membantu persembahkan satu gelar Liga Kosta Rika dan enam Piala Liga.