Leicester City

Leicester City Football Club adalah klub dengan sejuta kejutan. Menjadi juara Football League Championship musim 2013/2014, klub yang berjuluk the Foxes ini mengarungi liga premier di musim berikutnya. Dua tahun berselang, Jamie vardy dan kawan-kawan mengejutkan dunia dengan keluar sebagai jawara English Premier League. Raihan poin Leicester sudah tak mampu lagi dikejar Arsenal dan Tottenham yang mengekor di posisi dua dan tiga.

Leicester dibentuk tahun 1884 dengan nama Leicester Fosse. Di awal pendiriannya, klub ini bermain di lapang dekat Fosse Road. Klub yang juga kerap disapa The Filberts ini menjalani semua laga kandangnya di Stadion King Power yang berkapasitas 32.000 penonton. Kostum klub berwarna biru dan merah serta putih untuk kostum kedua dan ketiganya.

Sebelum menjuarai Liga Premier Inggris musim 2015/2016, raihan tertinggi klub adalah finis di peringkat dua divisi satu musim 1928/1929. Capaian lainnya, Leicester telah mengoleksi tujuh gelar kompetisi kasta kedua, yakni enam gelar divisi dua dan satu Championship. Selain itu, ada satu gelar League One, satu gelar FA Community Shield, dan tiga Piala Liga. Saat merengkuh trofi liga inggris, Leicester diisi nama-nama yang mulai melejit seperti Jamie Vardy, Riyad mahrez, Kasper Schmeicel, N’Golo Kante, Shinzi Okazaki dan liannya.

Sepanjang sejarah klub, Leicester pernah empat kali menjadi finalis FA Cup, musim 1948/1949, 1960/1961, 1962/1963, dan 1968/1969. Sayang, tak sekalipun Leicester menang di laga final. Di kancah Eropa, The Foxes pernah berlaga di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962, UEFA Cup musim 1997/1998 dan 2000/2001, serta Liga Chmpion Eropa musim 2016/2017 di mana Leicester di singkirkan Monaco di babak perempat final.

Skuad Leicester City

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Kasper Schmeichel 18 DF Molla Wague
3 DF Ben Chilwell 19 FW Islam Slimani
4 MF Danny Drinkwater 20 FW Shinzi Okazaki
5 DF Wes Morgan 21 GK Ron-Robert Zieler
6 DF Robert Huth 22 MF Demarai Gray
7 FW Ahmed Musa 23 FW Leonardo Ulloa
8 MF Matty James 24 MF Nampalys Mendy
9 FW Jamie Vardy 25 MF Wilfred Ndidi
10 MF Andy King 26 MF Riyad Mahrez
11 MF Marc Albrighton 27 DF Marcin Wasilewski
12 GK Ben Hamer 28 DF Christian Fuchs
13 MF Daniel Amartey 29 DF Yohan Benalouane
14 MF Bartosz Kapustka 39 MF Harvey Barnes
17 DF Danny Simpson FW Tom Lawrence

 Sejarah Leicester City

Leicester City didirikan tahun 1884 oleh sekelompok pria dari Wyggeston School dengan nama Leicester Fosse. Tahun 1890, klub tersebut bergabung dengan The Football Association (FA). Mulanya, Leicester Fosse berganti-ganti kandang dari Victoria Park, Belgrave Road Cycle, Cricket Ground hingga akhirnya di tahun 1891 berpindah ke Filbert Street. Tahun 1891, Leicester Fosse bergabung ke Midland League dan tampil di divisi dua Football League tahun 1894. Musim 1907/1908, klub ini menjadi runner up divisi dua dan tentu mengunci tiket promosi divisi satu, kasta tertinggi sepak bola Inggris saat itu.

Tahun 1919, klub berganti nama menjadi Leicester City Football Club dan bertahan hingga sekarang. Setelah berganti nama, di bawah asuhan Peter Hodge, Leicester City merengkuh titel Divisi Dua musim 1924/1925. Sayang, di musim 1934/1935, Leicester kembali terdegradasi.

Tahun 1949, paska perang dunia II, Leicester berhasil sampai di partai final FA Cup. Namun, di laga puncak tersebut, Leicester dikalahkan Wolverhampton Wanderers 3-1. Di bawah Manajemen Matt Gillies dan asistennya, Bert Johnson, Leicester kembali sampai di babak final FA Cup 1963 dan 1961. Lagi-lagi, Dewi fortuna belum berpihak. Leicester tumbang di dua laga final FA Cup tersebut. Pada kesempatan lain, Leicester menjadi perwakilan Inggris di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962.

Tahun 1971, Leicester kembali promosi ke divisi satu. Di tahu yang sama, The Foxes sukses merengkuh trofi Charity Shield. Di awal abad 21, O’Neil yang sebelumnya menjabat manajer eicester digantikan oleh mantan pelatih timnas Inggris U-21, Peter Taylor. Sempat membawa Leicester ke  performa yang cukup baik di awal kepemimpinannya, Taylor diberhentikan di musim 2001/2002 karena di akhir musim tak mampu membawa posisi Leicester naik ke papan tengah atau bahkan papan atas. Taylor digantkan oleh Dave Bassett. Nasib Basserr pun tak begitu baik. Bassett hanya mampu bertahan sekitar enam bulan. Ia digantikan oleh asistennya, Micky Adams. Pergantian pelatih itu pun diumumkan hanya beberapa saat sebelum Leicester dipastikan akan terdegradasi.

Musim 2002/2003, Leicester pindah ke Walkers Stadium setelah 111 tahun bermain di Filbert Street. Micky Adams berhenti menjabat manajer pada bulan oktober 2004. Craig Levin menggantikan posisinya. Kiprah Levein tak kunjung membawa Leicester membaik. Dalam lima belas bulan di tangan Levein, pringkat Leicester di tabel klasemen tak kunjung mendekati posisi promosi. Asistennya, Rob Kelly mengagantikan posisi Levein. Tahun 20017, posisi Kelly diambil alih oleh Nigel Worthington sebagai pelatih sementara hingga akhir musim yang berlangsung sekitar beberapa bulan saja hingga akhirnya Leicester menunjuk manajer baru mereka pada bulan Mei 2007, Martin Allen. Mantan pemain Milton Keynes Dons ini pun tak bertahan lama di King Power Stadium. September 2007, Leicester menunjuk manajer baru, Gary Megson. Lagi-lagi, Megson hanya bertahan selama enam minggu. Selanjutnya ada nama Frank Burrows dan Gerry Taggart. Mereka bertindak sebagai pelatih sementara hingga klub mendapat tandatangan manajer baru mereka. Leicester dipaforitkan untuk promosi ke Premier Leage pada musim 2011/2012. Sayangnya, ikonsistensi menjadi masalah the foxes. Dari tig belas laga, Leicester hanya mampu mendapat poin penuh di lima laganya. Manajer saat itu, Eriksesn digantikan oleh Nigel Pearson.

Tahun 2014, Leicester menjadi jawara Championship. the foxes berhak atas promosi ke Premier Leage setelah menunggu selama sepuluh tahun, tim ini terakhir berlaga di liga premier tahun 2004. Sebagai tim promosi, Leicester justru sukses menumbangkan raksasa Inggris di laga pembukanya. Ryad Mahrez dan kawan-kawan sukses menekuk Manchester United 5-3 di King Power Stadium. Laga perdana ini barangkali tidak akan pernah bisa dilipakan oleh puluhan ribu fans Leicester yang menyaksikannya. Bagaimana tidak, setelah tertinggal 3-1 dan waktu menyisakan tiga puluh menit, Leicester dapat membuat keajaiban dengan membalikkan keadaan menjadi 5-3. Dari pertandingan itu juga, Leicester menjadi klub pertama sejak 1992 yang mampu membalikkan keadaan dari United setelah defisit dua gol. Selama musim 2014/2015, Leicester sempat tergelincir hingga posisi paling dasar tabel klasemen dengan hanya mengumpulkan 19 poin dari 29 laga. Namun, tujuh kemenangan dari Sembilan laga terakhir kompetisi mengantarkan Leicester finis di peringkat 14. Bagaimana Leicester merangkak dari posisi juru kunci merupakan sejarah di Premier League sebagai salah satu dari tiga klub yang mampu keluar dari juru kunci. Sebelumnya ada West Bromwich Albion pada tahun 2005 dan Sunderland di tahun 2014.

Untuk  mengarungi musim kedua di premier league, Leicester berbenah. Mantan manajer Chelsea, Claudio Ranieri didatangkan ke King Power Sadium. Di tangan Ranieri, Leicester menoreh catatan luar biasa. Sang striker, Jamie Vardy, melesakan 13 gol dari 11 pertandingan secara berturut-turut, memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy yang mencetak gol dalam 10 laga secara berturut-turut. Kemenangan atas Everton 3-2 di Goodison Park, kandang Everton, membawa Leicester ke pucuk klasemen. Tiket Liga Champions pun sukses didapat the Foxes setelah mampu menundukkan Sunderland 2-0 dan Tottenham menang 3-0 atas Manchester United. Ini merupakan kali pertama Leicester menembus kompetisi raja-raja Eropa.

Setelah Tottenham bermain imbang dengan Chelsea 2-2, Leicester menegaskan diri sebagai jawa Liga Premier Inggris musim 2015/2016. Mengejutkan seluruh pecinta sepak bola Inggris, bahkan dunia. Skuad juara ini terkenal dengan gaya serangan balik yang cepat dan efektif serta pertahanan yang solid. Untuk merayakan kemenanga, 16 Mei 2016, lebih dari 240.000 suporter The Foxes tumpah ruah di jalanan Leicester dan Viktoria Park. Bulan maret 2017, Claudio Rnieri digantikan oleh Craig Shakespeare sebagai nahkoda anyar Leicester. Namun, persembahan gelar Premier League rasanya membuat sosok Ranieri menjadi salah satu yang tak akan pernah terlupakan.

Staf Kepelatihan Leicester City

Posisi Nama
Manajer Craig Shakespeare
Pelatih Kiper Mike Stowell
Kitman Paul McAndrew
Player Liaison Officer
(kepala penghubung manajemen dan skuad)
Jon Sanders
Fisioterapis Dave Rennie
Simon Murphy
Gary Silk
Dokter Tim Dr Ian Patchett
Analis performa dan kepala sport science Paul Balsim
Sport Scientist Tom Joel
Jack Milligan
Performance Nutritionist
(mengatur asupan nutrisi pemain)
Christopher Rosimus
Pelatih Strength & Power Mitch Willis
Pelatih Fitnes Matt Reeves

Stadion King Power

Leicester City didirikan dengan nama Leicester Fosse. Di masa awal pembentukannya itu, laga kandang Leicester dimainkan di sejumlah stadion berbeda mulai dari Fosse Road, Victoria Park, Belgrave, Mill Lane, Cricket Ground hingga Filbert Street. Tahun 2002, The Foxes berpindah markas ke stadion dengan kapasitas 32.500 orang, Walkers sendiri merupakan nama dari sebuah produsen makanan yang mensponsori dan memiliki hak atas penamaan stadion. Tahun 2010, King Power menjadi pemilik baru stadion dan berkeinginan untuk mengubah nama stadion menjadi King Power Stadium sekaligus dengan sebuah rencana pengembangan kapasitas stadion menjadi 42.000. baru di tahun 2011, nama stadion tak lagi Walkers, melainkan secara resmi menjadi King Power Stadium.

King Power Stadium terletak di Filber Way, Leicester. Stadion berkapasitas 32.262 ini pertama kali dibuka pada tahun 2002 dan tentunya bukan dengan nama King Power Stadium. Stadion ini tak memiliki lintasn lari yang membuat penonton bisa lebih dekat dengan pemain yang tengah berlaga di lapang. Tribun yang mengelilingi lapangan memiliki namanya masing-masing. Marks Electrical Family untuk tribun utara, The Air Asia untuk tribun timur, The Spion Kop untuk tribun selatan, dan Upton Steel untuk tribun barat. King power biasanya mengalokasikan 3.000 tiket untuk penonton tamu.

Suporter Leicester City

Leicester City memiliki suporter setia yang biasa menyebut dirinya the Blue Army atau tentara biru. Berdasarkan data statistik kasa Football League, dari musim 2009/2010 hingga 2013/2014, supporter Leicester merupakan tertinggi kelima untuk urusan kehadiran supporter di stadion baik laga kandang maupun tandang. Sejarah klub mencatat bahwa sejak tahun 2010, kehadiran the Blue Army di laga tandang terbesar terjadii ketika Leicester berhadapan dengan Nottingham Forest pada pagelaran FA Cup tahun 2002. Saat itu, penonton yang datang ke stadion lawan mencapai angka 8.000 orang.

Leicester memiliki sejumlah kelompok supporter di Inggris dan di beberapa penjuru United Kingdon atau wilayah Britania Raya. Leicester bahkan memiliki beberapa kelompok suporer yang tersebar di sejumlah Negara. The Blue Army terkenal dekat dengan dua kelompok supporter klub Eropa, VfL Bochum dan Anderlecht. Secara rutin masing-masing supporter mendatangi laga masing-masing klub lainnya.

Prestasi Leicester City

Kompetisi Tahun
Liga Premier Inggris 2015/2016
Second Division/ Football League 1924/1925, 1936/1937, 1953/1954, 1956/1957, 1970/1971, 1979/1980, 2013/2014
Football League One 2008/2009
Football League Cup 1963/1964, 1996/1997, 1999/2000
FA Charity Shield/ FA Community Shield 1971
War League South 1942
Football League War Cup 1941
BBC Sports Personality Team of The Year 2016

Player of The Year Leicester City

Leicester City mempunyai tradisi memilih satu nama terbaik di setiap akhir musimnya. Pemilihan nama ini dilakukan dengan voting dari supporter The Foxes.

musim Pemain Musim Pemain Musim Pemain
1987/1988 Steve Walsh 1997/1998 Matt Elliot 2007/2008 Richard Stearman
1988/1989 Alan paris 1998/1999 Tony Cottee 2008/2009 Steve Howard
1989/1990 Gary Mills 1999/2000 Gerry Taggart 2009/2010 Jack Hobbs
1990/1991 Tony James 2000/2001 Robbie Savage 2010/2011 Richie Wellens
1991/1992 Gary Mills 2001/2002 Robbie Savage 2011/2012 Kasper Schmeicel
1992/1993 Colin Hill 2002/2003 Paul Dickov 2012/2013 Wes Morgan
1993/1994 Simon Grayson 2003/2004 Les Ferdinand 2013/2014 Danny Drinkwater
1994/1995 Kevin Poole 2004/2005 Danny Tiatto 2014/2015 Esteban Cambiasso
1995/1996 Garry Parker 2005/2006 Joe Guojonsson 2015/2016 Riyad Mahrez
1996/1997 Simon Grayson 2006/2007 Iain Hume 2016/2017 Kasper Schmeicel