RCD Espanyol

RCD Espanyol yang nama lengkapnya Reial Club Deportiu Espanyol de Barcelona adalah klub professional yang beraga di La Liga. Klub ini berbasis di Barcelona, Catalonia. RCD Espanyol didirikan tahun 1990 dan telah mengoleksi empat gelar Copa del Rey. Espanyol juga hampir meraih trofi UEFA Cup di tahun 1988 dan 2007 andai mereka tidak dikalahkan di partai finalnya. Tahun 1928, Espanyol menjadi salah satu klub yang ikut mendirikan La Liga. Prestasi lain, Espanyol mengoleksi satu gelar Intertoto Cup dan satu trofi Segunda Division yang diraihnya di musim 1993/1994.

Espanyol bermarkas di Estadi Cornella-El Prat. Stadion yang berkapasitas kurang lebih 40.500 orang ini dibuka tahun 2009. Sebelum bermukim di Cornella-El Prat, RCD Espanyol memainkan semua laga kandangnya di Estadi Olimpic Luis Companys. Tim ini memiliki sejumlah nama panggilan seperti Periquitos (Budgerigars), Blanquiazules (White and Blue), Magico (Magical), dan RCD Espanol (dalam bahasa Spanyol).

Catatan kiprah RCD Espanyol, klub ini telah menjadi kontestan UEFA Cup di tujuh edisi, dua kali di Inter-Cities Fairs Cup, dua kali UEFA Intertoto Cup, 80 musim La Liga, dan 4 pagelaran Segunda Division.

Skuad RCD Espanyol

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Roberto 15 MF David Lopez
4 MF Victor Sanchez 16 DF Javi Lopez
5 DF Victor Alvarez 17 MF Hernan Perez
6 DF Oscar Duarte 18 MF Javi Fuego
7 FW Gerard 19 MF Pablo Piatti
10 FW Felipe Caicedo 20 MF Pape Diop
11 FW Leo Baptistao 22 FW Alvaro Vazquez
12 DF Aaron Martin 28 MF Marc Roca
13 GK Diego Lopez 30 MF Oscar Melendo
14 MF Jose Manuel Jurado 31 DF Marc Navaro

Sejarah RCD Espanyol

RCD Espanyol didirikan pada tanggal 28 Oktober 1900 oleh Angel Rodriguez Ruiz, seorang mahasiswa teknik di University of Barcelona. Kandang awal Espanyol berada di district Sarri dan telah menjadi sekolah sepak bola Espanyol yang bernama Sociedad Espanola de Football. Setahun kemudian sejak didirikan, klub berganti nama menjadi Club Espanol de Futbol. Espanyol ini menjadi klub pertama di Spanyol yang didirikan secara eksklusif oleh fans. Kostum yang digunakan klub di masa-masa awal pendiriannya berwarna kuning cerah. Pemasok kostum klub ini adalah tak lain teman dari pendiri klub yang memiliki pabrik textile di mana kala itu perusahaannya punya banyak kain warna kuning cerah. Lalu di tahun 1910, klub kembali berganti nama menjadi Club Deportivo Espanol sekaligus berganti warna kostum menjadi biru dan putih. Pemilihan warna biru dan putih tersebut didasarkan pada Perisai  great Sicilian-Aragonese Admiral Roger de Lluria yang berlayar mengarungi Mediterranean mempertahankan kepentingan mahkota Aragon di masa Middle Ages. Saat itu, di usianya yang masih seumur jagung, Espanyol sukses memenangkan Campionat de Catalunya tahun 1903.

Tahun 1906, klub bangkrut sehingga banyak pemainnya yang kemudian bergabung ke X Sporting Club. Klub ini kemudian menjuarai Campionat de Catalunya sebanyak tiga kali di tahun 1906, 1907, dan 1908. Lalu, di tahun 1909, Espanyol yang bangkrut itu klub melaunching ulang diri dengan nama Club Deportivo Espanol dan sejak tahun 1910, klub mengenakan kostum dengan warna yang bertahan hingga hari ini. Espanyol merupakan salah satu klu yang dihadiahi Spanish Crown patronage dan diberikan hak untuk membubuhi nama depannyanya dengan Real serta menambahkan royal crown atau royal mahkota pada lambang klub. Lantas, berkenaan dengan turun tahtanya raja di tahun 1931 sekligus bertepatan dengan deklarasi Second Spanish Republic, klub kembali berganti nama dengan nama yang kali ini lebih mengadopsi catalan atau republican, yakni Club Seportiu Espanyol. Februari 1995, nama klub diubah ke dalam pelafalan Catalan. Kata Deportiu adalah spelling atau pelafalan Deportivo dalam bentuk Catalan. Meski sesungguhnya yang lebih tepat adalah Esportiu. Alasan kenapa klub tidak menggunakan Eportiu melainkan Deportiu adalah untuk mempertahankan nama klub yang semula bersingkatan RCD. Setahun sebelumnya, Espanyol membuat tim kedua, Espanyol B yang bermain di Segunda Division.

Musim 2006/2007, RCD Espanyol berhasil tembus ke UEFA Cup. Hal itu diraih berkat kesuksesan tim di Copa del Rey musim sebelumnya. Espanyol tergabung di grup F setelah sebelumnya sukses menekuk tim Slovakia, Artmedia Bratislava dengan agregat 5-3. Di grup F, Espanyol tergabung bersama Zulte Waregem, Sparta Prague, dan Austria Wien. Espanyol keluar sebagai juara grup saat itu. Sayangnya, Espanyol gagal merengkuh trofi Eropa tersebut.

Tahun 2009, Espanyol berpindah kandang ke Estadi de Cornella-El Pra setelah dua belas musim sebelumnya bermarkas di Estadi Olimpic de Montjuic. Laga inagurasi di stadion baru ini mempertemukan RCD Espanyol dengan klub Inggris, Liverpool. Di tahun yang sama IFFHS mempublikasikan rangking klub terbaik sepanjang abad ke-20. Rangking tersebut menempatkan Espanyol berada di peringkat 98. Di musim 2008/2009, RCD Espanyol hampir terdegradasi ke Second Division. Beruntungnya, mantan pemain Espanyol, Mauricio Pochettino datang mengambil alih tim di keadaan genting dan berhasil menghindarkan Espanyol dari jurang degradasi. Posisi Poshettino digantikan oleh Javier Aguirre di musim kompetisi 2012/2013. Lalu, Aguirre diganti oleh Sergio Gonzalez di tahun 2014.

Staf Kepelatihan RCD Espanyol

Posisi Nama
Manajer Enrique Sanchez Flores
Pelatih Tim Toni Borrel Fabre
Thomas N’Kono
Asisten Pelatih (technical analyst) Alberto Giraldez
Antonio Diaz
Juan Carlos Oliva
Pelatih Fitnes Oscar Garcia
Pelatih Kiper Jesus Salvador Garrido
Dokter Tim Antonio Turmo Garuz
Miguel Angel Garcia Diaz
Fisioterapist Manuel Gonzalez Postigo
Javier Carrion Delgado
Roberto Nestares Fernandez
Albert Torner
Kitman Jorge Perez de Jesus
Angel Inac Martinez

Stadion Cornella-El Prat

RCD Espanyol, sejak tahun 1923 hingga 1997 menghuni stadion Sarria yang terletak di Sarria-Sant Gervasi, Distrik Barcelona. Tahun 1997, Espanyol pindah ke Estadi Olimpic Lluis Companys di Montjuic. Di awal musim 2009/2010 RCD Espanyol kemudian pindah ke Estadi Cornella-El Prat antara Cornella de Lliobregat dan El Prat de Llobregat. Secara keseluruhan, sepanjang sejarah klub, Espanyol telah berganti kandang sebanyak delapan kali.

Kini, RCD Espanyol bermarkas di Estadi Cornella-El Prat yang berlokasi di Av Baix Llobregat, Cornella. Stadion yang dibuka sejak tahun 2009 dan langsung dihuni Espanyol ini mampu menampung hingga kurang lebih 40.500 penonton. Pembangunan stadion Cornella-El Prat meghabiskan dana hingga kurang lebih 90 juta Euro.

Stadion ini kerap dipanggil dengan stadion RCD Espanyol. Estadi Cornella-El Prat tercatat beberapa kali meraih penghargaan untuk desain dan konsep ekologisnya. Misal, tahun 2010, stadion ini mendapat penghargaan Stadium Business Award, mengalahkan stadion-stadion lainnya seperti dua pesaing kuatnya, Dallas Cowboys Stadium dan O2 Arena di London.

Pembangunan Estadi Cornella-El Prat menghabiskan waktu selama lebih dari enam tahun sejak fase pembebasan lahan yang terjadi di tahun 2002. 9 Agustus 2009 dihelat laga inagurasi di stadion ini di mana Espanyol menjamu klub asal Mersesyde, Liverpool FC. Terkait renovasi, berkenaan dengan masih tersedianya ruang di area Stadion, klub berambisi untuk melakukan renovasi baik secara fisik maupun konsep modernisasi dalam urusan lingkungan seperti menciptakan stadion yang ramah lingkungan dengan sistim drainase atau sumber energy terbarukan. Tentu, stadion ini menjadi salah satu, selain Camp Nou, yang menjadi stadion modern di Barcelona.

Prestasi RCD Espanyol

Kompetisi Tahun
Copa del Rey 1929, 1940, 2000, 2006
Segunda Division 1993/1994
Intertoto Cup 1968
Campionet de Catalunya 1903/1904, 1905/1906, 1906/1907, 1907/1908, 1911/1912, 1914/1915, 1917/1918, 1928/1929, 1932/1933, 1936/1937, 1939/1940
Copa Catalunya 1994/1995, 1995/1996, 1998/1999, 2005/2006, 2009/2010, 2010/2011, 2016/2017

 

RCD Espanyol Most Appearances Player Record

RCD Espanyol mencatat nama-nama dengan rekor penampilan terbanyak. Berikut adalah sepuluh besar pemain dengan penampilan terbanyak.

Nama Periode Jumlah Laga
Raul Tamudo 1996-2010 389
Jose Maria 1965-1976 310
Antonio Argiles 1950-1964 309
Mauricio Pochettino 1994-2006 304
Thomas N’Kono 1982-1990 303
Arteaga 1993-2003 295
Manuel Zuniga 1979-1988 286
Fernando Molinos 1974-1984 276
Diego Orejuela 1982-1991 276
Maranon 1974-1983 271

Rivalitas RCD Espanyol

RCD Espanyol mempunyai tingat rivalitas yang tinggi dengan FC Barcelona. Sepanjang sejarah sudah terjadi demikian. Selain karena kompetisi antara kedua klub yang berbasis di area yang sama, Catalunia, ada beberapa hal lain yang menjadi factor tingginya rivalitas antara kedua klub. Berbeda dengan Barcelona yang mempunyai budaya di mana petinggi klub diisi oleh orang-orang dari berbagai Negara dan kepentingan, Espanyol adalah klub yang didirikan dan dijalankan atau disuport sepenuhnya oleh supporter lokal. pesan yang secara natural tertanam di tubuh RCD Espanyol adalah anti-Barcelona. Lantas, rivalitas diperkuat dengan adanya representasi madrid di tubuh Espanyol seperti nama depan, “Real”, dan gambar mahkota di lambang tim yang bertentangan dengan jiwa dan semangat Barcelona yang terkesan atau dikesankan ‘pemberontak’ di Spanyol. Itulah sebagian kecil bagaimana rivalitas tumbuh di antara dua klub Catalunia ini.

 

Leave A Comment