S.S.C. Napoli

S.S.C. Napoli atau lengkapnya Societa Sportiva Calcio Napoli ini lebih akrab kita kenal dengan sebutan Napoli. Klub yang bermain di Serie A ini didirikan pada tanggal 1 Agustus 1926, 90 tahun yang lalu. Napoli memeiliki beberapa julukan, yakni Partenopei, Gli Azzurri (the light blues), dan I Ciucciarelli (the little donkeys). Napoli sudah mengoleksi dua trofi Seriea yang diraihnya di musim 1986/1987 da 1989/1990, lima trofi Coppa Italia, dua Suppercoppa Italiana, dan satu piala UEFA Cup musim 1988/1989.

Sejak tahun 1959, Napoli bermarkas di Stadio San Paolo yang terletak di Fuorigrotta suburb of Naples. Warna kebesaran klub yang terepresentasi di kostum homnya berwarna biru langit. O Surdato ‘nnammurato merupakan judul official anthem atau lagu resmi Napoli. Beberapa pemain top dunia yang pernah berseraga Napoli adalah Diego Armando Maradona, Gianfranco Zola, Fabio Cannavaro, Edinson Cavani, dan Gonzalo Higuain.

Napoli memiliki empat basis fans besar di Itali. Bahkan di tahun 2015, Napoli menjadi klub kelima paling berpengaruh di Serie A dan dilansir oleh majalah Forbes, Napoli masuk dalam list of the most valuable football clubs. Klub ini adalah salah satu associate member European Club Association. Rangking UEFA 2016, Napoli menduduki peringkat kedelapan klub sepak bola terbaik di dunia dan kedua terbaik di Itali.

Hingga kapanpun, tidak akan pernah ada pemain yang menggunakan nomor 10 di Napoli. Pasalnya, Nomor kramat diego Maradona itu telah dipensiunkan oleh klub. Tepatnya pada musim panas tahun 2000, Napoli secara resmi memensiuakan nomor punggung tersebut. Maradona sendiri berseragam Napoli dari tahun 1984 hingga 1991. Mengingat kontribusinya yang amat signifikan, maka keputusan memensiunkan nomor 10 dianggap layak oleh klub. Sebagai tambahan, ada beberapa pemain sebelum Maradona yang menyandang nomor 10, di antaranya Fausto Pizzi (1995-1996), Beto (1996-1997), Igor Protti (1997-1998), dan Claudio Bellucci (1998-2000).

Skuad S.S.C. Napoli

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Rafael Cabrat 22 GK Luigi Sepe
2 DF Elseid Hysaj 23 FW Alessio Zerbin
3 DF Ivan Strinic 24 FW Lorenzo Insigne
4 MF Emanuele Giaccherini 25 GK Pepe Reina
5 MF Allan 26 DF Kalidou Koulibaly
7 FW Jose Callejon 30 MF Marko Rog
8 MF Jorginho 31 DF Faouzi Ghoulam
11 DF Christian Maggio 32 FW Leonardo Pavoletti
14 FW Dries Mertens 33 DF Raul Albiol
17 MF Marek Hamsik 42 MF Amadou Diawara
18 FW Leandrinho 62 DF Lorenzo Tonelli
19 DF Nikola Maksimovic 99 FW Arkadiusz Milik
20 MF Piotr Zielinski MF Adam Ounas
21 DF Vlad Chirches

 

Dalam Masa Peminjaman

Pos Pemain Peminjam Pos Pemain Peminjam
DF Igor Lasicki Carpi MF Alberto Grassi Atalanta
DF Sebastiano Luperto Pro Vercelli MF Raffaele Maiello Frosinone
DF Juan Camilo Zuniga Watford FW Nicolao Dumitri Nottingham Forest
MF Jonathan de Guzman Chievo FW Roberto Insigne Latina
MF Jacopo Dezi Perugia FW Duvan Zapata Udinese
MF Eddi Gnahore Perugia FW Antonio Negro Latina

 

Sejarah S.S.C. Napoli

S.S.C. Napoli mulanya adalah klub bernama Naples Foot-Ball & Cricket Club yang didirikan tahun 1904 oleh seorang pelaut asal Inggris, William Poths dan kawannya, Hector M. Bayon. Kostum klu ini pun berwarna biru langit dengan celana pendek hitam. Laga perdana Naples terjadi saat klub melawan kru Inggris di Kapal Arab. Naples menang 3-2. Tahun 1906, nama klub dipersingkat menjadi Naples Foot-Ball Club. Di awal-awal keberadaanya, Italian Football Championship terbatas hanya untuk klub-klub Italia Utara. Maka, klub-klub dari selatan Itali seperti Naples inilebih banyak bermain melawan para pelaut atau bermain di turnamen seperti Thomas Lipton’s Lipton Challenge Cup.

Tanggal 23 Agustus 1926, di bawah presiden Giorgio Ascarelli, klub berganti nama menjadi Associazione Calcio Napoli. Lantas, berkenaan dengan awal yag buruk di ajang championship, Napolireadmitted ke Serie A forerunner National Division oleh Italian FA. Naoli turut serta di Serie  A di era William Farbut. Selama enam tahun, scara dramatis bertransformasi dan finis di papan atas tabel klasemen. Finis ketiga musim 1932/1933 dan 1933/1934. Di era itu, Napoli dihuni pemain-pemain seperti Antonio Vojak, Arnaldo Sentimenti, dan Carlo Buscaglia. Lalu Napoli terjun terdegradasi ke Serie B di tahun 1942. Napoli kemudian pindah kandang dari Stadio Giorgio Ascarelli ke Stadio Arturo Collana dan bermukim di sana sepanjang mereka berada di Serie B. Setelah sempat promosi ke Serie A, Napoli kembali didegradasi atas skandal Bribery yang menjeratnya. Di awal 1950-an, Napoli akhirya kembali ke kasta teratass kompetisi sepak bola Itali dan pindah ke kandang baru, Stadio San Paolo  di tahun 1959.

Tanggal 25 Juni 1964, klub berganti nama menjadi Societa Sportiva Calcio (S.S.C.) Napoli. Mereka kemudian meningkatkan performa tim di musim 1964/1965. Di bawah manajemen Bruno Pesaola, Napoli menjuarai Coppa delle Alpi dan kembali ke jajaran elit Serie A dengan secara konsisten finis di lima besar. Napoli bahkan hampir meraih scudetto di musim 1967/1968 sebelum akhirnya hanya bertengger di posisi dua tabel klasemen di  akhir musim di bawah Milan. Beberapa pemain popular di periode ini adalah Dino Zoff, Jose Altafini, Omar Sivori dan gelandang lokal Antonio Juliano.

Performa apik Napoli berlanjut hingga era 1970-an. Napoli finis ketiga di musim 1970/1971 dan 1973/1974. Di bawah asuhan pelatih bertangan dingin, Luis Vinicio, Napoli sukses masuk kualifikasi UEFA Cup di musim 1974/1975 dan sampai di babak ketiga knock out. Di musim yang sama, Napoli finis di posisi dua Serie A, hanya dua poin di bawah Juventus. Penampilan menawan beberapa pemain lokal saat itu seperti Bruscolotti, Juliano, dan Esposito menjadi catatan manis tersendiri bagi klub saat itu.

Usai sukses menumbangkan Southampton dengan agregat 4-1 di Anglo-Italian Cup, Napoli berhasil masuk bagian di UEFA Cup Winners’ Cup untuk musim 1976/1977 di mana saat itu Napoli  sanggup mencapai babak semi final sebelum akhirnya kalah agregat 2-1 dari Anderlecht. Musim 1975/1976, Napoli merengkuh gelar kedua Coppa Italianya. Di Liga, Napoli hingga saat itu masih konsisten berada di posisi enam besar sejak 1970-an. Napoli memecahkan rekor transfer termahal duni ketika mereka mendatangkan Diego Armando Maradona dengan mahar 21 juta Euro dari Barcelona pada tanggal 30 Juni 1984. Kedatangan Maradona membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi klub. Penigkatan peringkat di tabel klasemen berangsur terlihat jelas. Sejak musim 1985/1986, mereka mampu berada di posisi tiga besar. Baru di musim 1986/1987, Napoli mencetak sejarah klub yang amat membanggakan dengan sukses keluar sebagai juara Serie A sekaligus menjadi penguasa di Coppa Italia.

Menjelang akhir musim 2013, Walter Mazzari meninggalkan Napoli dan hijrah ke Internazionale. Posisinya lantas digantikan oleh Rafael benitez. Uang hasil penjualan Cavani ke PSG digunakan untuk mendatangkan tiga pemain Real Madrid, Gonzalo Higuain, Raul Albiol,d an Jose Callejon juga pemain lainnya, Dries Mertens dan Pepe Reina. Akhirnya, klub besutan Benitez itu sukses merengkuh gelar kelima Coppa Italia tahun 2014 dan juga berhasil menembus kualifikasi Liga Champions setelah mengakhiri musim di peringkat 3 tabel klasemen Serie A. Yang terbaru, tanggal 10 Januari 2016, Napoli menjadi juara paruh musim Serie A.

Staf Kepelatihan S.S.C. Napoli

Posisi Nama
Pelatih kepala Maurizio Sarri
Asisten Pelatih Francesco Calzona
Pelatih Fitnes Francesco Sinatti
Corrado Saccone
Pelatih Kiper Alessandro Nista
Tactical Simone Bonomi
Tactical Assistant Giandomenico Costi
Direktur Kesehatan Dr. Alfonso De Nicola
Physiatrist Enrico D’Andrea
Dokter Tim Dr. Raffaele Canonico
Rehabilitator Rosario D’Onofrio
Fisioterapist Giovanni D’Avino
Agostino Santaniello
Masseur Marco Di Lullo

 

Staf Administrsi S.S.C. Napoli

Posisi Nama
Presiden Aurelio De Laurentiis
Wakil Presiden Jacqueline Marie Baudit
Edoardo De Laurentiis
Anggota Direksi Andrea Chiavelli
Kepala Pengperasian, Sales, dan Marketing Alessandro Formisano
Manajer Administrasi Laura Belli
Manajer Olah Raga Cristiano Giuntoli
Manajer Komunikasi Nicola Lombardo
Administrative Processes and Compliance Manager Antonio Saracino
Sekretaris Alberto Vallefuoco
Manajer Tim Giovanni Paolo De Matteis
Press Officer Guido Baldari

 

Prestasi S.S.C Napoli

Kompetisi Tahun
Serie A 1986/1987, 1989/1990
Coppa Italia 1961/1962, 1975/1976, 1986/1987, 2011/2012, 2013/2014
Supercoppa Italiana 1990, 2014
UEFA Cup 1988/1989
Serie B 1945/1946, 1949/1950
Serie C1 2005/2006
Anglo-Italian League Cup 1976
Coppa delle Alpi 1966

 

Stadion San Paolo

S.S.C. Napoli bermarkas di Stadio San Paolo. Stadion ini terletak di bagian barat Fuorigrotta, Naples. Stadion ketiga terbesar di Itali setelah San Siro dan Stadio Olimpico ini dibangun, semula, dengan tujuan menjadi venue Olimpiade musim panas 1960 di Roma. Lantas, setelah itu, Stadio San Paolo digunakan sebagai kandang klub Napoli. Pemilinya sendiri adalah pemerintahan setempat Napoli.

Stadio San Paolo dibangun pada tahun 1959 dan menjalani renovasi besarnya di tahun 1989 guna menyambut Piala Dunia 1990. Hari ini, San Paolo mampu menampung hingga 60.240 penonton yang sebetulnya, di awal pembangaunan, stadion mampu menampung hingga 109.824 penonton. Sebelumnya, stadion ini bernama Stadio del Sole.

Laga paling terkenal yang pernah di helat di stadion ini tidak lain adalah pertandingan semi-final piala dunia 1990 yang mempertemukan antara Itali dengan Argentina. Bahkan bisa dikatakan, pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang membangkitkan minat menonton di stadion publik Napoli. Bagaimana tidak, Diego Maradona yang membela klub Napoli saat itu bertanding di San paolo mengenakan kostum Argentina melawan tuan rumah, Itali. Salah satu seruan atau kata-kata dalam spanduk pada laga itu yang jadi terkenal hingga hari ini adalah, “Maradona, Naples loves you, but Italy is our homeland”. Hal tersebut sangat menyentuh Maradona sebagai bagian dari klub Napoli.

 

 

Leave A Comment