Sulley Muntari Korban Rasis Fans

Sulley Muntari mendapatkan perlakuan tak menyenangkan. Kabar menyedihkan datang dari sepakbola Italia, di mana gelandang senior asal Ghana ini mendapat perlakukan memalukan di Serie A.

Slotbola memahami Sulley Muntari menjadi korban pelecehan rasis oleh suporter Cagliari ketika timnya, Pescara bertandang ke Sant’Elia akhir pekan kemarin.

Karena kejadian ini, Muntari pun memilih tak melanjutkan laga setelah wasit dan ofisial pertandingan memilih tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan pelecehan tersebut.

Menariknya, setelah mendekati sang wasit untuk mengajukan komplain terkait pelecehan ini, Muntari malah diganjar kartu kuning oleh sang pengadil laga, Daniele Minelli.

Secara mengejutkan, agen casino online terpercaya memantau baru-baru ini komisi disiplin Serie A malah menjatuhkan sanksi larangan bermain dalam satu laga kepada Muntari karena permasalahan ini.

Komisi disiplin Serie A beralasan bahwa jumlah suporter yang melakukan pelecehan terhadap Muntari tak cukup banyak -kurang lebih hanya 10 orang-. Karena itu tindakan dari ofisial pertandingan tak perlu dilakukan.

Kabar pemberian sanksi kepada Muntari ini dikecam keras oleh persatuan pemain FIFPro. Mereka pun mendesak badan sepakbola Italia untuk mendengarkan keluhan Muntari serta melakukan investigasi terhadap kasus ini.

Sulley Muntari Bukan Pemain Sembarangan

Sulley Muntari adalah pemain kelahiran 27 Agustus 1984 di Konongo, Ghana. Pemain berkebangsaan Ghana ini menempati posisi bermain sebagai pemain tengah, tetapi juga bisa bermain di kiri.

Slotbola mengetahui kemampuan Muntari mulai terlihat saat mengikuti turnamen untuk pemain muda, saat dia masih bermain untuk klub Liberty Professionals di Accra. Dia menjadi anggota reguler dari tim U-20 Ghana. Pada usianya yang masih 16 tahun, dia ikut membantu timnya menjadi runner-up di ajang FIFA World Youth Championship 2001.

Muntari bergabung dengan Udinese pada tahun 2001 di mana musim pertamanya dihabiskannya di tim cadangan, Debutnya di tim senior terjadi pada tanggal 6 November 2002, melawan Milan. Penampilanya yang impresif saat itu menarik banyak perhatian.

Setelah beberapa musim di Udinese, Muntari menunjukkan keinginannya pindah ke Liga Inggris. Pada tanggal 30 Mei 2007, dia bergabung dengan Portsmouth dan menampil penawaran dari Milan, Juventus, Roma dan Inter. Nilai transfernya sebesar 7,1 juta poundsterling menjadi rekor bagi Portsmouth saat itu. Debut pertamanya terjadi saat melawan Derby County pada tanggal 11 Agustus 2007.

Pada tanggal 28 Juli 2008, Muntari menyelesaikan perpindahan sebesar 16 juta euro-nya ke Inter Milan dan memakai kostum tim bernomor 20 yang sebelumnya digunakan oleh Alvaro Recoba selama bertahun-tahun.

2017-06-27T16:27:15+00:00 Tags: , , , , |